Ada Cahaya di Atas Cahaya

  • Whatsapp
Ada Cahaya di Atas Cahaya

Manusia ketika melihat cahaya melalui indra nya, kadang mereka mengatakan itulah cahaya kebenaran. Dan cahaya itulah yang tidak terbantahkan oleh apapun. Padahal masih ada cahaya di atasnya cahaya. Bila kita melihat cahaya senter besar, kadang anak kecil mengatakan itulah cahaya yang berasal dari mentari. Padahal cahaya itu bukanlah cahaya mentari, namun cahaya senter yang di buat oleh manusia di sebabkan tegangan listrik.

Read More

Bila kita melihat cahaya rembulan, kadang kita mengatakan bahwa rembulan itu sama besarnya dengan matahari. Dan rembulan itu mempunyai cahaya ketika pada malam hari, sedangkan pada siang harinya rembulan itu meredupkan sinar nya.

Padahal rembulan itu dapat bersinar disebabkan pancaran sinar matahari. Dan rembulan lebih kecil sekali daripada mentari. Inilah manusia yang tidak memanfaatkan pikirnya untuk berfikir. Dia hanya mengandalkan indra nya, padahal indra itu kadang menipu kita. Betapa pentingnya berfikir sehingga Allah menyuruh manusia untuk berfikir, agar menggunakan akalnya dengan baik.

“Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagi kalian di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuh kan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatang kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.”(QS. Thaha: 53-54)

Tahukah engkau matahari merupakan pusat tata surya sebagaimana di ungkapkan para ilmuwan. Namun sebelum mereka meyakini bahwa matahari merupakan pusat tata surya, mereka terlebih dahulu melakukan perdebatan panjang. Ada ilmuwan mengatakan bahwa bumilah yang menjadi pusat tata surya, sehingga lahirlah teori Geosentri. Sesungguhnya bumi merupakan pusat tata surya.

Sedangkan planet lain itu berputar mengelilingi bumi. Namun setelah beberapa puluh tahun lamanya, mereka mengadakan penelitian kembali pada akhirnya mereka menemukan bahwa mataharilah yang menjadi pusat tata surya, sehingga lahirlah teori Heleosentri.

Oh cahaya di atas cahaya, inilah cahaya sebenarnya Cahaya. Bila cahaya senter mampu di kalahkan cahaya lampu. Bila cahaya lampu masih dikalahkan cahaya bintang. Bila cahaya bintang mampu di kalahkan cahaya rembulan. Dan bila cahaya rembulan masih di redup kan dengan cahaya mentari.

Bahkan cahaya mentari masih ada yang di redup kan yaitu cahaya Illahi. Cahaya inilah pusatnya cahaya, dan cahaya inilah yang telah menciptakan ribuan cahaya. Yaitu cahaya mentari, cahaya rembulan, cahaya bintang, cahaya senter dan cahaya ultraviolet. Bukan hanya itu DIA pula yang menciptakan makhluknya dari cahayanya.

Cahaya

Baca Juga: Filosofi Lebah Dalam Islam

“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian (HR. Muslim)

Cahaya kebenaran bukan cahaya kebohongan. Cahaya inilah yang akan selalu bersinar sepanjang masa, walaupun seluruh cahaya akan di hancurkan. Tahukah engkau cahaya itu yaitu cahaya Allah. Bila tiba masanya, cahaya rembulan akan redup, cahaya bintang akan redup, cahaya mentari akan redup, cahaya senter akan redup dan cahaya lampu akan redup.

Disini lah titik akhir kehidupan dunia akan berakhir. Langit akan hancur, bulan akan hancur, mentari akan hancur, planet akan hancur, galaksi bima sakti akan hancur, bintang gemintang akan hancur, gunung akan hancur, kota akan hancur, gedung pencakar langit akan berantakan berkeming-keping.

Dan hanyalah tinggal puing-puing yang be-serakah. Matahari akan bertabrakan dengan planet-planet lainnya. Sedangkan planet lainnya tidak akan lagi berjalan sesuai urutan tata surya. Mereka akan gacau balau, bintang akan bertabrakan dengan ribuan bintang lainnya.

Inilah akhir kehidupan dunia, demi menuju kehidupan akhirat. Ketika semua cahaya sudah redup, akan ada cahaya kebenaran yang datang, cahaya itulah yang mengumpulkan umat manusia di padang masyar untuk bersaksi. Demi mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka di dunia.

Baca Juga:  Pagi Di Rumput Laut

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *