ADA RAHASIA DI BALIK IBADAH

0 228
Loading...

Kenapa kita harus beribadah. Apa tujuannya ibadah itu sendiri. Bukahkah kita tak perlu ibadah untuk hidup. Apa pengaruhnya ibadah dalam kehidupan manusia. Pertanyaan-pertanyaan itu selalu muncul di dalam benak seseorang. Sehingga mempengaruhi kemantapan imannya kepada Allah Aza wajallah. Lalu muncul pertanyaan-pertanyaan yang lebih radikal lagi yaitu bukankah tanpa ibadah kita masih bisa hidup. Lihat saja orang-orang yang tidak beribadah, malahan lebih sejahterah dibandingkan yang beribadah.

Pertanyaan yang setiap hari selalu muncul tanpa kita menyadari hal itu. Sehingga kita lebih menfavoritkan orang kaya yang tidak beriman daripada ulama-ulama kita. Menganggap hidup hanyalah untuk materi tanpa adanya ibadah. Bahkan tolak ukur seseorang dikatakan sukses, bila uangnya telah banyak. Walaupun bagaimana caranya untuk mendapatkan uang tersebut masih kita ragukan kehalalannya. Kita harus belajar lagi, bahkan hidup bukan hanya untuk mencari harta demi memuaskan isi perut.

Baca Juga: Wanita Pun Boleh Mengungkapkan Perasaanya Kepada Laki-Laki Lebih Duluan

Buya Hamkah sang penulis novel “Tenggelamnya Kapal Vanderbick” pernah berkata,” Bila hidup hanya untuk makan, apa bedanya dengan binatang, binatang hidup mereka untuk makan dan bila hidup untuk bekerja, apa bedanya pula dengan binatang, mereka hidup bekerja pula. Namun manusia haruslah hidup melebihi binatang. Ya hidup untuk berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Namun berbagi dalam hal yang positif ya. Bukan hal yang negatif. Maka berbaginya demi untuk ibadah. Tahukan teman, ibadah itu ternyata bukan hanya sholat lima waktu sehari semalam. Namun seluruh aktifitas kita yang positif yang dapat bermanfaat bagi manusia dan alam semesta adalah ibadah.

Memindahkan batu di jalanan itu ibadah, menjengut orang sakit itu ibadah, menyenangkan hati orang lain itu pula ibadah. Apalagih menyenangkan hati orangtua. Ibadah yang baik bila niatnya akan baik. Sehingga dalam mendirikan ibadah, awal mulanya diperhatikan niatnya. Niat itu merupakan sesuatu yang paling mendasar dalam seluruh ibadah.

Orang yang mengatifkan alaramnya untuk beribadah pada tengah malam, diawali niat yang suci. Sehingga ia terbangun, lalu bersenandung cinta dengan sang pencipta. Bukankah seorang kekasih akan merindukan kekasihnya. Seorang pecinta sudah tentuh merindukan orang yang dicintai. Bila engkau setiap hari menyebut Allah dalam zikirmu, maka Allah akan menyebutmu disetiap kehidupanmu.

DIA akan menyelamatkan kamu, bila engkau meminta kepadaNya. Jangan malu meminta, karena Allah tempatnya meminta. Hidup kita mulai gaduh, hidup kita mulai dikecewakan, hidup kita mulai berputus asa. Tak ada tempat untuk mengobati hal itu, melainkan kita curhatkan hati kita kepada Allah pencipta langit melalui ibadah-ibadah yang kita panjatkan. DIA yang menciptakan manusia, secara otomatis DIA pula yang mampu mengobati kegundahan kita. Ibaratnya seorang pembuat mobil, bila mobilnya tidak bisa berjalan dengan baik, maka ia langsung tahu apa yang rusak, dan perlu diperbaiki.

Bila ban motor kita bocor, tempat yang terbaik pergi tukang tambal ban. Bila kita sakit seharusnya kita kedokter, karena yang ahli mengobati itu adalah dokter. Demikian pula, bila kita tak mampu lagi berfikir jernih, seluruh diri kita tidak stabil lagi, karena terlalu banyak dosa yang kita perbuat, maka serahkanlah diri kita menghadap sang pencipta kita. DIAlah yang mengetahui isi hati kita yang rusak, lalu menyiraminya dengan siraman-siraman rohani demi mengingat diriNya.

 

Loading...
Comments
Loading...