Alam Pun Bersedekah

  • Whatsapp
ALAM PUN BERSEDEKAH

Di dalam ayat Allah kita di suruh untuk bersedekah. Mengeluarkan sebagian harta kita untuk orang yang membutuhkan. Karena sedekah mengajarkan kita bagaimana kita berjiwa sosial, bukan hanya memikirkan diri kita, namun kita harus memikirkan juga orang-orang di sekeliling. Bukankah Habiminanas harus kita tingkatkan, sebagaimana kita meningkatkan Habiminallah. Bila kedua tingkatan itu kita laksanakan dengan sebaik-baiknya, insya Allah, kehidupan kita akan terasa berkah.

 

Mungkin anda kira manusia saja yang bersedekah. Dan mungkin anda kira manusia saja yang melaksanakan ayat Al Qur’an yang berhubungan sedekah. Namun alam pun juga bersedekah demi mempertahankan eksistensi dirinya. Dan demi manusia mengenal alam itu sendiri. Justru itu kita harus membelanjakan sesuatu hanya untuk Allah semata. Salah satu membelanjakan harta ke jalan Allah dengan cara bersedekah.

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(QS. Al Baqarah 195)

Allah memerintahkan kita untuk membelanjakan harta kita ke jalan Allah. Bila tidak demikian sesungguhnya kita menjatuhkan diri kita sendiri ke dalam kebinasaan. Bila kita enggan bersedekah sesungguhnya sama saja kita menjatuhkan diri kita dalam kebinasaan. Bila kita juga tidak berbagi sesungguhnya kita menjatuhkan diri kita ke dalam kebinasaan. Bila kita enggan membantu orang lain sesungguhnya Allah menjatuhkan kita dalam kebinasaan. Dan bila kita tidak berbuat baik kepada orang lain demi mendapatkan ridho Allah, sesungguhnya Allah akan menjatuhkan kita dalam kebinasaan. Justru itu penegasan ayat ini Allah menekankan yaitu sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Coba kita membaca alam dengan sebaik-baiknya. Sebagaimana Allah menyuruh kita dalam surah Al Alaq yaitu Iqra yaitu bacalah!. Allah menyuruh kita untuk membaca dua kitab yaitu kitab besar dan kita kecil. Kitab besar yaitu Alam semesta, sedangkan kitab kecil yaitu Al Qur’an dan Al Hadis. Bila kita membaca kitab besar maka kita akan menemukan bagaimana mentari menyebarkan sinar nya untuk dibagikan kepada makhluk Allah. Mentari membagikan sinar nya kepada tumbuhan agar tumbuhan dapat menyuburkan dirinya. Mentari memberikan sinar nya kepada manusia, sehingga tubuh manusia terasa bugar pada pagi harinya. Dan mentari juga membagikan sinar nya kepada bumi sehingga bumi terasa hangat dan tidak membeku. Coba, bila mentari meredupkan sinar nya, maka boleh jadi kita akan kegelapan sepanjang masa.

Baca Juga:  Antara Akademik, Organisasi dan Cinta

allah menyukai orang-orang yang berbuat

Allah juga memberikan satu contoh lagi berupa tumbuhan. Yaitu tumbuhan mengeluarkan oksigen untuk dibagikan kepada manusia dan hewan. Sehingga manusia dapat bertahan hidup dan melakukan aktivitas dengan sebaik-baiknya. Dan manusia membagikan karbohidrat nya kepada tumbuhan, sehingga tumbuhan dapat melakukan fotosintesis dengan baik. Bila bukan demikian boleh jadi kehidupan tidak berjalan dengan baik. Dan boleh jadi tidak akan ada yang hidup. Coba, bila tumbuhan tidak bagikan oksigen kepada manusia, maka matilah kita semua. Dan demikian pula jika manusia tidak berikan oksigen kepada tumbuhan maka matilah tumbuhan dan mati juga kita. Karena kita butuh tumbuhan untuk melangsungkan kehidupan kita.

Baca juga: BELAJAR DARI TITIK AIR

Siklus proses kehidupan inilah di sebut sebagai sedekah. Sehingga Alampun bersedekah, namun kadang kita tidak mengetahui hal itu, walaupun alam telah bersedekah semenjak jutaan tahun yang lalu. Tahukah engkau kenapa alam bersedekah, karena Alam ingin mempertahankan hidupnya. Bila mentari meredupkan sinar nya dengan cara memasukkan cahayanya kedalam perutnya, maka boleh jadi mentari akan pecah berantakan. Demikian pula bila manusia tidak ingin membagikan karbohidrat nya kepada tumbuhan maka manusia pun akan mati. Coba kalian praktekan hal itu dengan cara menahan nafas kalian. Boleh jadi belum sampai lima menit langsung kalian teler dan game over.

Betapa banyak manfaatnya sedekah, karena sedekah itu memanusiakan manusia dan sekaligus melipat kan rezeki.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(QS. Al Baqarah 261)

Bila anda pernah menanam padi sudah tentu Allah telah memberikan contohnya. Namun bila engkau belum paham kalkulasi padi, bisa kita menggunakan kalkulasi jagung. Anda pasti pernah menanam jagung, bila kita menanam satu lubang itu membutuhkan lima biji. Namun bila lima biji itu akan tumbuh dengan baik akan menghasilkan limat tangkai, dan satu tangkai akan menghasilkan se kurangnya tiga buah. Coba kita bayangkan dalam sebuah itu ada berapa ratus biji, banyakan! Dan pasti kamu akan bingung menghitungnya.

Baca Juga:  Iqro Diri!

BERSEDEKAH

Banyaknya rezeki sedekah sebagaimana berkembangnya peradaban manusia. Manusia dulunya itu hanya Adam as, kemudian Allah menciptakan Siti Hawa, dari dua manusia inilah sehingga muncullah peradaban manusia yang berkelanjutan sampai sekarang. Kenapa manusia semakin tahun semakin berkembang, karena mereka saling bersedekah.

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.(QS. Al Araf 189)

Dan tak ada satu orang pun di dunia ini yang miskin disebabkan banyak bersedekah. Bahkan sebaliknya, kita pernah mendengar orang-orang yang rajin bersedekah, maka di cukupkah rezekinya. Cukup yang dimaksud yaitu seluruh kebutuhannya dipenuhi. Karena cukup itu belum tentu kaya, ada orang kaya namun tidak dicukupkan hartanya. Sehingga semakin kaya, semakin banyak utangnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *