Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Antara Ikhtiar dan Ikhlas

2 min read

Antara Ikhtiar dan Ikhlas

Antara iktiar dan ikhlas. Antara rasa cinta dan usaha. Antara berusaha dan tawakal. Iktiar itu haruslah dibarengin dengan rasa ikhlas. Emang haruslah dibarengin dengan rasa ikhlas yang tinggi. Percuma iktiar dalam beribadah, namun rasa ikhlasnya kosong. Ibaratnya pepatah sayur tanpa garam, ya makanan akan terasa hambar. Ibaratnya memasak ikan pake air, bila tak ada asam yang membubui, masakan itu akan terasa asin. Iktiar dan ikhlas itu haruslah berbarengan. Bila sudah iktiar haruslah diberengi dengan rasa ikhlas.

Ibaratnya Romeo dan Juliet, ibaratnya Sri Rahma dan Dewi Sinta haruslah barengan dalam memendam rasa. Lalu yang menjadi sebuah pertanyaan, iktiar itu apa defenisinya dan ikhlas itu apa defenisinya. Walaupun keduanya harus dibarengkan, namun dalam pendefinisian kedua aspek itu mempunyai batasan-batasan yang berbeda. Lalu apa sih defenisinya??????

Ikhtiar secara bahasa artinya memilih. Secara istilah ikhtiar adalah usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang di kehendakinya. Orang yang berikhtiar berarti dia memilih suatu pekerjaan kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil dan sukses. Dan sebagai seorang muslim diwajibkan untuk senantiasa berikhtiar sekuat tenaga dan sesuai dengan kemampuannya.

Setelah dia berikhtiar maka dia harus menyerahkan segala usahanya kepada Allah SWT. Ikhtiar itu perintah untuk manusia. Bahkan itu akan menjadi ibadah. Karena keberhasilan manusia itu tergantung apa yang diusahakan. Doa tanpa ikhtiar bagaikan tubuh tanpa nyawa.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Radu : 11 )

Sekali lagi jangan menunggu jodoh itu datang sendiri tanpa dibarengi ikhtiar. Mau kaya raya maka perbanyaklah ikhtiar dan berdoa. Ingin cepat mendapatkan jodoh yang terbaik, maka perbanyaklah ikhtiar dan berdoa. Apapun keinginan kamu untuk menaklukan dunia maka haruslah ikhtiar. Kedua aspek ini bila dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka kesuksesan akan cepat mendekat didirimu.

“Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebarlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. ( QS. Al-Jumu’ah : 10 )

Justru itu betapa pentingnya ikhtiar, sehingga islam mengutamakan orang yang banyak ikhtiar daripada orang yang meminta-minta. Karena orang yang ikhtiar yaitu orang yang mampu memanfaatkan karunia Allah sebagaimana mestinya.

Baca Juga:  Tuhan, Dimanakah Letak Surga?
ikhlas
By. pixabay.com

Baca Juga: TUHAN, DIMANAKAH LETAK SURGA ?

“Sungguh jika sekiranya salah seorang di antara kamu membawa talinya ( untuk mencari kayu bakar ) kemudian ia kembali dengan membawa seikat kayu dipunggungnya lalu ia menjualnya sehingga Allah mencukupi kebutuhannya ( dengan hasil itu ) adalah lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia baik mereka memberi atau mereka menolak. ( HR. Bukhari )

Adapun manfaat ikhtiar dalam kehidupan sehari-hari yaitu;

  1. Merasakan kepuasaan bathin, Karena telah berusaha dengan sekuat tenaga dan kemampuannya yang dimiliki.
  2. Terhormat dihadapan Allah dan sesama manusia.
  3. Dapat berhemat karena merasakan susahnya bekerja.
  4. Tidak mudah berputus asa
  5. Menghargai jerih payahnya dan jerih payah orang lain.
  6. Tidak menggantungkan orang lain dalam hidupnya.
  7. Menyelamatkan akidahnya, karena tidak ( bebas ) bertawakal kepada makhluk.

Lalu muncul sebuah pertanyaan emangnya ikhlas itu apa sih?. Ikhlas itu artinya memurnikan tujuan bertaqarrub ( mendekatkan diri ) kepada Allah dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Dalam artian lain, ikhlas adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan. Atau mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkonsentrasi kepada Al Khaaliq. Lalu kenapa kita harus ikhlas?.

Ikhlas merupakan salah satu pilar yang terpenting dalam islam. Karena ikhlas merupakan salah satu syarat untuk diterimanya ibadah. Hal ini bisa kita lihat dari hadits Abu Umamah, yaitu ketika Rasulullah Saw bersabda setelah ditanya mengenai orang yang berperang untuk mendapatkan upah dan pujian. Rasulullah Saw bersabda,

“Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajahNya” ( HR. An Nasai dengan sanad yang jayyid/bagus.dishahihkan Al Mundziri, dan dimuat pula oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari VI/28 )

Bila kita tak ikhlas Iblis akan mudah menyesatkan kita ke jalan yang salah. Demikian pula perkara jodoh, bila seorang pasangan tak ikhlas menerima pasanganya dengan baik, maka tinggalah tungguh kehancuran rumah tangga itu. Berhubung mereka melakukan ibadah tidak dibarengi rasa saling menghikhlaskan baik kekurangan maupun kelebihan.

“Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang selalu ikhlas. ( QS. Shaad : 82-83 )

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *