Apakah Kita Sudah Islam atau Belum

  • Whatsapp
Apakah Kita Sudah Islam atau Belum

Kadang kubertanya dalam hati, apakah kita sudah islam atau belum. Apakah kita sudah bersyahadat atau belum. Lalu setelah kita bersyahadat, muncul pertanyaan lagi, apakah kita sudah melaksanakan syahadat itu atau belum. Islam itu bukan sekedar syahadat, walaupun syahadat pintu masuknya islam.

Tahukan anda pintu, pintu itu sekedar pintu untuk masuk rumah. Syahadat pula hanyalah pintu masuknya islam, namun belum tentu kita akan mengetahui islam sebenarnya, bila belum dipelajari.

Demikian pula rumah, bila kita hanya membuka pintunya saja, lalu kita tidak masuk didalamnya untuk mempelajari isi rumahnya, mana mungkin kita akan mengetahui isi rumah tersebut. Justru itu, jangan sekedar dipintu saja kita berdiri, namun kita harus mencari lebih detail tentang islam.

Inilah yang bakal menjadi islam secara kaffah bukan kafir. Islam secara kaffah yaitu islam yang mengikuti isi Al Qur’an dan Al Hadis serta ditambah dengan Ijtihad para ulama kaliber. Berhubung seluruh penjelasan islam secara garis besarnya terdapat dalam kedua pedoman ini. Walaupun harus dibarengi penjelasan dari para ulama. Namun para ulama mampu mendapatkan ilmu melalui dua pedoman itu.

apakah kita sudah islam
Gambar oleh MUHAMMED BAHCECİK dari Pixabay

Baca Juga: Antara Ikhtiar dan Ikhlas

Kita mulai merasa resah pada akhir-akhir ini. Banyak kalangan yang tidak paham tentang islam, sehingga mengatakan islam itu teroris. Padahal islam bukanlah teroris. Bagaimana bisa agama rahmatan lil alamin akan menjadi agama yang bertindak teroris. Pembunuh manusia-manusia yang tidak berdosa.

Islam bukan itu, tapi islam agama kedamaian. Islam yang bukan hanya menciptakan kedamaian di kalangan muslim, namun non muslim pun harus mendapatkan kedamaian ketika berdampingan dengan islam.

Saya teringat dengan KH. Ahmad Mustafa Bisri yang sering disapa Gusmus.

Baca Juga:  Tuhan, Dimanakah Letak Surga?

Dia pernah mengatakan,” sekarang manusia mulai terasa resah, kita mulai kembali pada zaman Qabil dan Habil walaupun kita telah melewati para nabi-nabi dan rasul-rasul sampai nabi Muhammad Saw, tapi masih kita melakukan tindakan Qabil dan Habil.Kita saling adu kekuatan, saling aduh keganasan, fitnah mefitnah mulai luar biasa. Mengaploak foto-foto yang propaganda untuk saling menyerang dan saling menjatuhkan.

Apakah ini dikatakan islam. Bukan teman, islam itu meluruskan dari kejadian-kejadian yang menyimpang dari ajarah Allah. Justru itu, Indonesia yang mayoritas islam, marilah kita bertanggungjawab hal ini, yaitu bertanggungjawab untuk memperbaiki tatanan ini.

Belajarlah islam secara kaffah lalu tanamkan dalam sanubari disetiap jiwa-jiwamu yang kenduh. Agar manusia dihormati oleh Allah. Karena Allah menghormati kita bukan atas dasar kita Kiai, ulama, pembawa acara Mata Najwa namun menghormati kita atas dasar anak cucu Adam, maksudnya menghormati kita sebagai manusia itu sendiri, inilah menurut GUSMUS yaitu KH. Mustafa Bisri dalam acara Mata Najwa. Sehingga marilah kita bertanya dalam hati kita, apakah kita sudah islam atau belum, nanti jawab sendiri-sendiri ya dengan jujur.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *