Cara Mengatasi Berkeringat yang Berlebihan

52 sec read

Cara Mengatasi Berkeringat yang Berlebihan

Keringat adalah fenomena fisiologis normal yang membantu mengendalikan panas tubuh dan menjaga suhu tubuh konstan sekitar 98,6 derajat Fahrenheit. Keringat yang dihasilkan oleh kelenjar sudoriferous membantu tubuh untuk mengontrol suhu selama aktivitas fisik dan kondisi panas.

Sekitar 1% populasi memiliki masalah keringat. Ketika deodoran dan anti-keringat tidak cukup untuk mengobati keringat berlebih, maka perawatan lain diperlukan.

Baca Juga: Manfaat Berenang Untuk Kesehatan

Melawan Keringat Berlebihan

Salah satu tindakannya adalah memakai deodoran. Penggunaan deodoran setiap hari, yang berfungsi untuk menyembunyikan bau tidak sedap atau mencegah perkembangbiakan bakteri penyebab bau badan, adalah praktik normal bagi kebanyakan orang. Beberapa deodoran mengandung garam aluminium, yang memiliki sifat anti-keringat, sehingga membatasi sekresi keringat dari kelenjar sudoriferous. Anti-perspiran tersedia dalam bentuk lotion, stik, roll-ons, atau krim. Suntikan

keringat kelenjar

Botox , atau Botulinum, bisa sangat bermanfaat bagi orang yang banyak berkeringat dengan mencegah sistem saraf mengirimkan pesan ke kelenjar sudoriferous, sehingga menghambat kelenjar sudoriferous dari mengeluarkan keringat. Efektivitas pengobatan berlangsung antara empat dan empat bulan, sehingga perlu untuk memperbarui suntikan secara berkala.

Iontoforesis, yang terdiri dari penggunaan arus listrik yang melewati air untuk berhenti berkeringat, juga merupakan solusi efektif lainnya. Tangan, kaki, dan ketiak dapat dirawat dengan cara ini.

Pembedahan dipertimbangkan ketika semua metode lain tidak menunjukkan perbaikan dalam kondisi. Selain itu, pembedahan lebih sering disarankan untuk keringat tangan yang berlebihan, karena suntikan botox di tangan dapat menyebabkan kelumpuhan saraf tertentu, yang sangat penting untuk menggenggam benda. Pembedahan dapat terdiri dari eksisi bedah kelenjar sudoriferous, pengikisan kelenjar sudoriferious, laser ablasi kelenjar sudoriferous, dan inaktivasi beberapa saraf.

Baca Juga:  Polusi Udara yang Tercemar Dapat Merusak Paru-paru Anda seperti Merokok Sebungkus Sehari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *