Cemburu Nya Allah Ta’ala

0 5
Loading...

Bila tidak ada rasa cemburu, Allah akan membiarkan hambanya untuk berpaling kepadaNya. Dan boleh jadi DIA akan membiarkan hambaNya untuk bertuhan kepada yang lainnya. Namun Allah maha cemburu. Bila hambanya berpaling kepadaNya, langsung Allah mengingatkannya dengan bahasa ketegasan. Bahasa yang membuat dadah dan hati tersentuh untuk kembali kepadaNya. Dalam sabda Rasul mengingatkan hal itu.

cemburu

Baca Juga: NIKMAT ALLAH MANA YANG KAMU DUSTAKAN?

Sesungguhnya Allah Ta’ala itu cemburu; dan cemburunya Allah Ta’ala yaitu, apabila ada seseorang yang melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkannya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasa cemburu Allah adalah ketika kita sebagai hamba-Nya melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah. Ini membuktikan bahwa betapa Allah sangat mencintai kita sebagai hamba-Nya. Karena, bukankah rasa cemburu akan hadir, apabila ada rasa cinta dan kasih sayang.

Jika kita sadar akan semua yang telah Allah berikan pada kita selama ini, maka kita akan mengetahui betapa Allah sangat mencintai kita. Hingga ia cemburu jika kita melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan-Nya. Karena sesungguhnya Allah tahu, hal-hal yang diharamkan oleh-Nya adalah hal yang akan merusak diri kita sendiri. Allah hanya tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada diri kita. Allah hanya menginginkan kita bahagia, bahkan tidak hanya sekadar bahagia tapi sangat-sangat bahagia.

Manusia pada dasarnya merupakan makhluk yang mulia diciptakan oleh Allah SWT. Bahkan sejak nabi Adam hingga sekarang. Dulu ketika pertama kali Allah SWT hendak menciptakan manusia, malaikat sejenak ‘bersitegang’ dengan Allah SWT. Malaikat meyakinkan bahwa manusia akan merusak dan menjadi makhluk yang membuat pertumpahan darah. Namun dengan tegas Allah membantah itu semua. Allah lebih tahu apa yang tidak diketahui oleh makhluknya.

Betapa specialnya manusia sebagai hambanya yang terbaik. Sehingga satu-satunya makhluk Allah yang langsung dibela oleh Allah, sebelum diciptakan yaitu manusia itu sendiri. Ia bantah keraguan-keraguan malaikat ketika mempertanyakan tentang diri manusia. Allah jawab dengan bahasa yang tegas dan tanpa kompromi yaitu sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.

Kata-kata yang indah yang keluar dari sang pencipta alam semesta. DIA mengetahui siapa yang pantas untuk dijadikan sebagai khalifah di muka bumi. Sehingga malaikat pun cemburu kepada makhluk tersebut. Makhluk yang Allah specialkan dengan kelengkapan indra dan kelengkapan yang lainnya. Sebelum diciptakan saja Allah sudah menginformasikan kepada makhluk yang lainnya. Sehingga makhluk yang lainnya protes atas kehendak itu. Namun Allah menyakinkan dengan bahasa ketegasan.

allah

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al Baqarah : 30)

Ayat yang indah, yang mempunyai sarat makna yang banyak. Malaikat yang cemburu, meragukan kualitas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Lalu menawarkan dirinya sebagai hambanya yang selalu menyucikan nama Allah. Ia meremehkan manusia itu, bukankah manusia selalu melakukan pertumpahan darah. Bukankah manusia selalu melakukan kekacauan, sedangkan mereka selalu bertasbih dengan memuji serta menyucikan kebesaran Allah SWT. Malaikat itu merasa dirinya makhluk yang paling baik. Makhluk yang selalu bersujud dan menyucikan nama Allah. Padahal Allahlah yang maha tahu, siapa yang pantas menjadi khalifah di dunia.

khalifah di muka bumi

Tahukah siapa yang pantas itu teman. Tak lain hanyalah kita anak cucu Adam as itu sendiri. Allah specialkan anak cucu Adam as dengan hati, akal dan indra. Sehingga manusia mampu menangkap yang diajarkan Allah melalui kalam-kalamNya. Lalu menyebarkan kalam itu kepada seluruh makhlukNya di dunia ini. Agar kelat mereka akan selamat dunia maupun akhirat. Amiiin robbil alamin. Namun kadang kita lalai terhadap perintah itu, sehingga sebagian dari manusia di golongkan sebagai hamba yang ingkar.

Loading...
Comments
Loading...