Cerpen – Aku Tak Menyangka Kak

  • Whatsapp
Cerpen - Aku Tak Menyangka

CERPEN – Aku Tak Menyangka – Ombak memecah mengeluarkan buih. Buih yang indah bagaikan salju yang turun dari langit, bagaikan kapas yang diterbangkan angin kelautan dan bagaikan jamaah haji yang memakai pakaian ihram di musim haji. Bebatuah tersinyum sipu melihat ombak memecah. Batu itu seolah-olah menantang ombak untuk berseteru.

Read More

Batu-batu yang indah, yang saling berhadapan bagaikan kumpulan jamaah yang sedang bertasbih. Gemuruh angin bernyanyi kencang diiringi dengan gulungan ombak merindui bibir pantai. Moment itu moment indah. Jarang-jarang suasana itu akan terjadi, walaupun musim barat akan datang disetiap tahunnya. Namun setiap musim barat sudah tentuh berbeda gulungan ombaknya, berbeda tiupan anginnya, berbeda keadaan tempatnya dan berbeda suasananya.

Diam penuh tanda tanya. Ia tak menyangkah hal itu akan terjadi. Inilah skenario Allah yang paling indah menurutnya. Tak satupun kejadian yang dimuka bumi yang terjadi secara tiba-tiba melainkan sudah di atur oleh Allah didalam skenarioNya, bahwa angin akan bertiup, daun akan berjatuhan, batu akan menjulang tinggi, ombak akan menggulung dan sepasang kekasih akan bersendau gurai cinta. Bidadari itu bertanya sambil memegang tangan kekasih halalnya.

“Kak boleh saya bertanya?
“Boleh dik, dengan senang hati.
“Kenapa kakak digagalkan  oleh Allah dengan wanit a lain?

sambil memegang tangan kekasih

Bingun, pertanyaan sulit menurutnya. Pertanyaan yang butuh pemahaman khusus. Kali ini pertanyaan itu keluar dari bibir wanita disampingnya.

“Mungkin kakak belum dipantaskan, mungkin kakak kurang ganten kali, mungkin kakak kurang kaya kali, mungkin kakak……!!!!
“Stop kak, itu jawaban kurang tepat,”potong wanita itu.

Laki-laki itu diam, ia bingun. Kok ia yang bertanya ia pula yang menyalahkan jawaban itu. Lanjut wanita itu.

“Tahukah engkau kak, kenapa kakak digagalkan, sesungguhnya bukan alasannya yang dijawab oleh kakak tadi.

Sesungguhnya jawaban itu seolah-olah kakak tidak mensyukuri nikmat Allah. Bukan itu jawaban yang tepat kak. Kok kakak seolah-olah merendahkan diri kakak. Tidak ganten, tidak kaya, tidak dipantaskan atau alasan-alasan yang lainya.

Baca Juga: Stop! Jangan Baper Dulu, Kekasihmu Yang Kamu Cintai Itu Suatu Saat Akan Kamu Benci

“Jadi apa jawaban yang paling tepat dik?,”tanya kakak itu.

Diam, wanita itu menarik nafas sedikit. Lalu dari bibirnya terucap kata-kata lembut, sambil membisikkan ketelinga laki-laki halalnya.

“Karena wanita yang Allah gagalkan itu, tidak ditulis di kitab Laulul mahfud bahwa mereka akan berjodoh dengan kakak. Tapi kitalah yang Allah tulis di Laulul mahfud bahwa engkau pasanganku dan saya pasanganmu.

Aku Tak Menyangka

Lanjut wanita itu

“Justru itu kak, bukan perkara pantas atau tidak pantas. Bila Allah sudah menjodohkan yang lain dengan yang lainnya. Entah pantas atau tidak. Sudah tentuh, Allah akan mempertemukan hal itu. Entah si jelek dengan si cantik, sikaya dan si miskin, akhlaknya yang buruk dengan berakhlak baik, pasti akan dipertemukan. Coba kita runut kisah Fir’aun dan Aisyiyah. Mungkin para pelaku sejarah mengatakan itu tidak adil. Namun menurut Allah itu adil. Karena disebabkan hal itu, sehingga Aisyiyah menjadi salah satu wanita penghuni surga. Justru itu kak, yang melakukan pacaran sekarang itu, boleh jadi bukan jodohnya, namun mereka menjaga jodoh orang lain. Kata-kata romantis di umbarkan, padahal dia itu bukan jodohnya, namun ia telah merayu jodoh orang lain.

Justru itu kak, yang melakukan pacaran sekarang itu, boleh jadi bukan jodohnya, namun mereka menjaga jodoh orang lain. Kata-kata romantis di umbarkan, padahal dia itu bukan jodohnya, namun ia telah merayu jodoh orang lain.
“Wao, wao, wao cerdas juga adik ini.
“Ya iyalah, cerdassslah lah. Kan kakak yang ajar.

Mendengar hal itu, laki-laki itu tersenyum sipu, sambil memegang tangan kekasih halalnya.

Cerpen Tasman Al Buton

Baca Juga:  Aku Juga Beriman 40% - Cerpen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *