Diamnya Pemuda Hancurnya Negara

  • Whatsapp
DIAMNYA PEMUDA HANCURNYA NEGARA

Bung Karno pernah mengatakan “Berikan aku sepuluh pemuda untuk menggunjang dunia, lain halnya dengan ungkapan yang di lontarkan salah satu tokoh pergerakan Ikwanul Muslimin yaitu Hasan Al Bana, pernah berkata,” Untuk melihat perkembangan negaramu ke depan maka lihatlah generasi pemuda sekarang.

Read More

Karena perkembangan Negara ke depan tergantung sejauh mana kualitas dari pemuda sekarang. Jika pemuda sekarang cengeng tidak tahan banting dan selalu bergantung sama orang tua, maka yakinlah ke depan Negara kita akan cengeng dan selalu bergantung dengan Negara lain.

Demikian pula, jika pemuda sekarang tertindas moralnya, maka Negara kita ke depan akan di pandang rendah oleh Negara lain. Maka wajarlah ada orang yang mengatakan,”Diamnya pemuda hancurnya negara,”.

Coba kita menganalisis secara mendalam, ketika kaum pemuda mendesak Bung Karno ke Renggasdengklok, agar tidak di pengaruhi oleh gejolak politik Jepang. Supaya Bung Karno menunda proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Jika pemuda tidak mengamankan Bung Karno pada saat itu. Kemungkinan Negara kita tidak di proklamasikan pada tanggal 17 agustus 1945. Bahkan bisa jadi kemerdekaan Indonesia di proklamasikan pada tanggal 17 agustus namun tahunnya berbeda.

Bukankah pada saat itu gejolak politik dunia sedang berkecambuk, salah satu contohnya terjadinya perang dunia kedua. Antara blok barat dan blok sekutu. Yang menjadi pemimpin di setiap blok merupakan negara-negara yang paling berpengaruh di dunia. Dan mempunyai ideology yang berbeda, yaitu Amerika Serikat yang berideologi kapitalis, sedangkan Uni Soviet berideologikan Sosialis. Dan diakhiri dengan penghancuran dua kota Jepang yaitu Nagasaki dan Hiroshima.

proklamasikan pada tanggal 17 agustus
Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Baca Juga: Bila Mencari Jodoh Tak Kunjung Datang, Intropeksi Dirilah – CERPEN

Demikian pula yang dilakukan Ahmad Dahlan, merupakan tokoh pendiri Muhamadiyah telah membuktikan pergerakanya. Ketika ia hendak mendirikan organisasi Muhamadiyah. Ia di tentang sedemikian sengit oleh tokoh-tokoh tua. Namun semangat beliau tidak pernah pudar, sampai ia mampu memberikan pemahaman kepada mereka. Pada akhirnya, mereka menerima kehadiran Muhamadiyah.

Baca Juga:  Ada Rahasia Dibalik Tujuan Ibadah

Semangat beliau selalu hadir di setiap generasi penerus Muhamadiya. Sehingga setiap generasi tidak akan merasa gentar terhadap ancaman apapun. Karena semangat yang di wariskan Ahmad Dahlan adalah semangat kepemudaan, yang selalu berkobar-kobar bagaikan api yang melahap kayu-kayu di hutan rimba. Dengan semangat itu pula, sehingga ia mampu menyampaikan pesan kepada penerusnya,”Hidupilah Muhamadiyah dan jangan cari hidup di Muhamadiyah.

Ahmad Dahlan tahu, yang bisa menghidupi Muhamadiya kedepan, hanyalah pemuda. Dan pemuda jugalah yang dapat melanjutkan perkembangan organisasi Muhamadiyah. Karena diamnya pemuda hancurnya Muhamadiyah. Ketika Muhamadiyah berkembang, maka akan melahirkan generasi Muhamadiyah yang berkualitas dan berdedikasi tinggi, salah satu kader Muhadiyah yaitu Bapak Amien Rais.

Siapa yang menyangka peradaban yang besar pada zaman gereja, di kalahkan pasukan islam, yaitu pasukan Muhammad Al Fatih. Walaupun umurnya masih mudah pada saat itu. Namun semangat beliau berkobar-kobar dan mampu mengalahkan kobaran semangat para pejuang tua. Baginya perjuangan haruslah kita tuntaskan.

Padahal sebelum dia menaklukan benteng Konstatinopel, telah ada pejuang islam yang mencoba menaklukan benteng itu. Namun mereka tidak mampu menaklukannya, bahkan banyak yang syahid di sebabkan perjuangan mereka. Yang menjadi sebuah pertanyaan bagaimanakah Muhamad Al Fatih menaklukan benteng itu? Berhubung telah banyak pasukan islam yang mencoba menaklukannya, namun tidak bisa mereka taklukan.

Bukahkah kamu harus berfikir, sebelum Muhamad Al Fatih menyerang benteng itu, terlebih dahulu ia persiapkan dirinya dengan keimanan dan ketaqwaan. Karenan untuk menaklukan benteng yang besar, haruslah membutuhkan prajurit yang baik. Bahkan sebaik-baik prajurit.

Baca Juga: Hidup Seperti Secangkir Kopi
Gambar oleh Syafrizal Ahmadi dari Pixabay

Baca Juga: Hidup Seperti Secangkir Kopi

Ia mencoba memberikan ajaran agama kepada prajuritnya, agar mereka selalu istiqomah dalam berjuang. Dengan istiqomah sehingga mereka mampu menaklukan benteng itu. Karena kekuatan tanpa kesabaran dan istiqomah tidak akan pernah menaklukan benteng.

Baca Juga:  Ada Cahaya di Atas Cahaya

Nabi kita telah membuktikan hal itu. Tekaknya tidak tergoyahkan, walaupun para petinggi quraisy mencoba memberikan kekayaan, wanita cantik, dan jabatan yang paling tinggi. Ia tetap istiqomah dengan penuh kesabaran menghadapi beberapa ancaman yang dilakukan oleh kafir quraisy. Bahkan ia menantangnya dengan ungkapan seorang kesaktriaan.

Walaupun engkau meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, maka saya tidak akan meninggalkan ajaran ini. Sampai Allah memenangkanku, atau justru aku mati di sebabkan memperjuangkan agama ini.

Demi memperjuangkan agama Allah, beliau tidak merasa takut terhadap siapapun. Berhubung beliau yakin jika kita bersama dengan Allah, maka Allah akan bersama dengan kita. Jika kita menjauh dari Allah maka azab Allah amatlah pedih. Bagi beliau, ancaman merupakan bunga-bunga perjuangan dan sekaligus seni perjuangan. Karena setiap perjuangan sudah pasti ada ancaman.

Apakah ancaman berupa intimidasi bahkan pembunuhan. Bukankah Allah telah memberikan gambaran kepada orang-orang yang memperjuangkan agamaNya. Jika kita hidup memperjuangkan agama Allah, maka kita hidup dalam keadaan mulia. Jika kita meninggal, sesungguhnya kita meninggal dalam keadaan syahid.

Maka kami menyarankan kepada seluruh pemuda . Sesungguhnya engkaulah aset negara yang paling besar. Karena kebangkitan kalian itu adalah kebangkitan negara kita. Kecengengan engkau maka kecengengan negara kita. Maka berlajarlah dari sekarang dan jangan menunggu tua baru belajar.

Karena belajar pada saat mudah bagaikan mengukir di atas batu dan bila kita belajar di waktu tua bagaikan melukis di atas air. Jika di iklan mengatakan tidak ada yang paling sedaap melainkan Mie Sedaap. Maka saya katakan tidak ada yang paling sedaap untuk mengembangkan negara kita melaikan pemudah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *