Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Godaan Terbesar Dalam Mencari Jodoh

2 min read

Godaan Terbesar Dalam Mencari Jodoh

Godaan yang terbesar dalam mencari jodoh yaitu terlalu banyak pertimbangan. Kadang pikiran kita telah mampu melampauhi suatu kenyataan yang akan terjadi. Emang manusia dibolehkan berfikir, namun jangan keterpikiran, sehingga membuat kita tidak bertindak. Apalagi kita berfikirannya terlalu berlebihan, sehingga akan menimbulkan rasa takut.

Suatu ketika saya berdiskusi dengan teman-teman sepekerjaan. Ada salah satu teman mengatakan, kenapa anak-anak ABG cepat menikahnya daripada orang-orang yang sudah berpendidikan tinggi. Dari hasil diskusi itu, kami menarik sebuah kesimpulan bahwa anak-anak ABG tidak banyak berfikir atau tidak banyak pertimbangan dalam memilih jodoh. Namun yang berpendidikan tinggi sudah banyak pikirannya, lalu banyak pertimbangannya sehingga tak mendapatkan jodoh.

Pertimbangan pertama yaitu biasanya berupa ekonomi. Jangan sampai setelah menikah, kita tidak bisa menafkahi istri dan anak-anak kita. Padahal jaminan rezeki ketika sudah menikah Allah sudah gambarkan dalam firmanNya.

Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin ) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( pemberian-Nya ) bagi Maha mengetahui. ( QS. An- Nur : 32 )

Allah sudah memberikan kita mata untuk melihat keindahan ciptaanNya. Allah telah memberikan kita otak untuk berfikir. Allah sudah memberikan kita mulut untuk berzikir dan berbicara dengan baik. Allah pula memberikan kita kaki untuk berjalan mencari nafkah.

Allah telah menciptakan kedua tangan, untuk kita bekerja demi menafkahi istri dan anak-anak kita. Sungguh Allah telah memberikan potensi itu berlipat-lipat, namun kadang kita tidak menyadarinya. Kita terlalu manja dengan keadaan. Mungkin orangtua kita terlalu memanjakan kita, sehingga kita tak ingin lepas dari pengawasan mereka.

Baca Juga:  Syahadat Ulang

menafkahi istri dan anak-anak kita

Baca Juga: Mencari Kemuliaan

Yuk hadapi tantangan, karena di dunia ini tempatnya tantangan. Kita tidak di tuntut untuk mencari tantangan, namun kita juga tidak di tuntut untuk lari dari tantangan. Bila kamu ingin hidup di dunia ini, maka berlajarlah menghadapi tantangan. Karena di dunia ini tempatnya tantangan. Bukan hanya itu, Allah menciptakan tantangan sudah tentuh ada solusi yang di tawarkan. Bila kamu sulit mencari solusinya dengan pikiranmu, maka mintalah petunjuk kepada Allah SWT. Insya Allah, Allah akan membukakan pintu hikmahnya.

Dalam mencari jodoh menurut kami, sulit-sulit gampang. Kadang yang menyukai kita tidak sesuai kriteria yang kita inginkan. Namun yang kita sukai kadangkala tidak menyukai kita. Padahal kita menginginkan pasangan yang berkualitas. Pasangan yang kita harapkan yaitu pasangan yang bukan hanya menerima kelebihan kita tapi kekurangan kita pun menerimanya, atau dia mampu menjadikan kekurangan sebagai kelebihan.

Tapi jangan menyerah, insya Allah, Allah akan menempatkan jodoh pada tempatnya. Bukankah kadang kita menyukai sesuatu tapi belum tentuh Allah menyukainya, begitu pula demikian, kadang Allah menyukai sesuatu tapi belum tentuh manusianya menyukai hal itu.

Maka janganlah terlalu banyak pertimbangan, sehingga membuat kamu tunda-tunda dalam menikah. Bukankah menikah ibadah, sekaligus menyempurnakan sebagian dari agama kita. Bila yang galau di hilangkan galaunya, bila yang kecewa di hilangkan rasa kecewanya, bila yang miskin akan dimampukan, asalkan berusaha dan bekerja keras.

Yang lebih parahnya yaitu pertimbangan itu tidak masuk akal. Biasanya pertimbangan seperti itu, bukan lagi lahir dari hati nurani manusianya, namun sudah ada campur tangan Syetan. Syetan sudah mulai menguasai diri kita. Perlahan-lahan kita tak mempunyai keinginan lagi menikah. Padahal perlu kami ingatkan, konon katanya dineraka itu, banyak di huni oleh kaum yang bujang. Ini hadis yang berasal dari Abu Zar, ra, rasulullah Saw menegaskan;

Baca Juga:  Antara Akademik, Organisasi dan Cinta

jodoh

“Orang yang paling buruk di antara kamu ialah yang membujang ( membujang ), dan seburuk-buruknya mayat (di antara ) kamu ialah yang membujang ( membujang ). (HR. Imam Ahmad dalam musnadnya, diriwayatkan juga oleh Abu Ya’la dari Athiyyah bin Yasar. Hadis ini dha’if, begitu Abdul Hakim Abdats menjelaskan )

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *