Golongan Mana Yang Masuk Surga?

  • Whatsapp
Golongan Mana Yang Masuk Surga

Azan magrib mulai di lantunkan Muazin. Anak-anak satu persatu mulai memadati saf-safnya. Mentari telah tenggelam, warna kemerahannya perlahan-lahan ditelan hamparan lautan yang teduh. Takbir mengalun dibibir sang Imam. Jamaah mulai khusuh mendengarkan lantunan surah Ar Rahman. Sungguh indah suaranya imam mudah itu, qira’anya begitu tartil. Lantunan suaranya bak Muzammil Hasballah. Seorang sarjana lulusan ITB jurusan teknik yang begitu di impikan oleh para akhwat untuk menjadikan ia sebagai imamnya. Lantunan indah menembus di hati.

Read More

Setelah melakukan doa malam, kumpulkan empat siswa sekolah menengah. Mereka berbicara banyak tentang sains. Dari persiapan cawan ramadhan hingga hadis yang mereka dapatkan dari guru agama mereka.

“Sobat, pernahkah Anda mendengar hadis tentang Muslim yang terbagi menjadi puluhan ribu, tetapi hanya satu yang masuk surga? Tanya seorang siswa

Siswa B: “Ia pernah sobat, saya pun pernah mendapatkan hal itu dari guru agamaku, namun sebelum saya menanyakan golongan yang mana yang akan masuk surga, bel tanda pulang telah berbunyi pada akhirnya tak jadi kupertanyakan.

Siswa C: “Ia saya pun pernah mendapatkan hal itu, pada akhirnya saya menanyakan itu kepada beberapa ustad. Ustad si A mengatakan yang satu golongan itu golongan mereka, namun si ustad B menjawab pula, golongan mereka yang paling benar. Namun setelah ku tanyakan ustad si C, jawabannya sama. Bahkan si C ini, menghakimi golongan yang lain itu salah. Sayapun semakin bingun mengenai itu. Kira-kira menurut kalian golongan mana?

Bingung dengan tanda tanya. Itu pertanyaan yang membingungkan. Itu membutuhkan pengetahuan khusus. Apalagi mereka baru belajar ilmu agama. Mereka tidak ingin mempelajari agama hanya untuk doktrin belaka. Mempelajari ilmu agama dengan doktrin sebenarnya telah menurunkan firman Tuhan pada pentingnya berpikir orang. Tapi dia pikir itu harus didasarkan pada Alquran dan Hadits. Bukan pemikiran orisinal, pemikiran salah.

Siswa D: “Gimana sebentar setelah ba’da Isya kita tanyakan saja pada Ustad muda itu, mudahan Ustad itu jawabannya bijaksana dan tidak menimbulkan perpecahan,”usul salah satu murid tersebut.
“Mantap, saya setuju sekali.

Orang Yang Memasuki Surga

Baca Juga: Nabi Pun Ditegur Karena Khilaf – Stop Membanggakan Diri

Takbir Sholat Isya telah dilantunkan Ustad muda itu. Ustad dari lulusan Universitas Al Azhar, Kairo. Tujuh menit melaksanakan sholat, pada akhirnya sang imam memberi salam, bertanda sholat Isya telah berakhir. Usai Berzikir, lalu berdoa kepada Allah untuk mengampuni dosa mereka, dosa kedua orangtua mereka dan dosa kaum muslimin sedunia. Sang Ustad mulai bangkit dari tempat duduknya. Namun salah satu murid menahannya.

Siswa A: “Maaf pak Ustad, boleh nda kami bertanya sesuatu,”tanya salah satu siswa itu.

Ustad: “Monggo dengan senang hati. Mudah-mudahan Allah memudahkan ana menjawabnya.

Siswa A: “Gini pak ustad, tadi kami sudah banyak berdiskusi mengenai hadis umat islam akan terbagi beberapa golongan, namun hanya satu golongan yang masuk surga. Yang membingungkan kami, golongan mana yang masuk surga. Karena setiap golongan mengklaim merekalah yang masuk surga, sehingga menyalahkan golongan yang lainnya.

Ustad muda itu terdiam sejenak mendengar pertanyaan itu. Pertanyaan yang membutuhkan pikiran khusus. Bila tidak bijaksana menjawabnya akan terjadi saling menyalahkan. Lalu ia duduk, sambil di ikuti murid-murid itu.

Ustad: “Demikianlah saudara-saudaraku yang kucintai dalam hadits sama dengan hadis Auf bin Malik, dia berkata: Utusan Allah ( semoga damai besertanya) berkata: Orang-orang Yahudi akan dibagi menjadi 71 kelompok, satu di surga dan 70 di neraka. Dan kerajaan itu dibagi menjadi 72 kelompok, 71 di neraka dan satu di surga. Dan agar jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, umat saya akan sepenuhnya dibagi menjadi 73 kelompok, satu di surga, dan 72 di neraka. Dia ditanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?” Dia menjawab, Al-Jama’ah. (HR. Ibn Majah, dll.)

Orang Yang Memasuki Surga

Lanjut Ustad itu>>

“Lalu siapa yang datang ke surga? Masing-masing membela biro hukumnya, A mengatakan apa yang dimaksud rakyatnya, B melakukan hal yang sama, apalagi C bersikeras mengatakan yang terbaik. Namun, menurut pemahaman saya tentang hadits bahwa Al-Jama’ah disebut sebagai penganut Alquran dan al Hadits. Dari kelompok mana saja, selama mereka menganut Al-Qur’an dan al-Hadits, mereka akan bersatu menjadi satu kelompok yaitu Al-Jama’ah. Baik kelompok A, kelompok B, kelompok C. Selama mereka mematuhi Al-Qur’an dan Al Hadits mereka akan dimasukkan dalam satu kelompok. Afwan, tetapi mengenai hadits ini, ada beberapa hadis lain yang hampir terdengar sama. Tetapi sejarah berbeda, tetapi artinya sama. Apakah kamu mengerti Tapi hanya Tuhan yang tahu lebih baik,

Siswa B: “Ia betul juga Ustad. Kalau saya sepakat jawaban Ustad. Ini jawaban yang bijaksana, dan tidak saling mengklaim,”sahut salah satu murid itu.

Ustad:  “Tapi janganlah terlalu dipikirkan mengenai golongan itu, yang terpenting kita harus introspeksi diri dulu, apakah kita sudah sholat dengan baik, apakah kita sudah puasa dengan baik, apakah kita sudah bersedekah dengan banyak. Bila semua perintah Allah sudah kalian laksanakan, maka kalian berhak mendapatkan tiket tergabung dalam satu golongan itu,”

lanjut ustad muda itu.

Siswa B:  “Ok ustad terimakasih banyak atas penjelasannya.

Setelah mendengarkan penjelasan Ustad. Satu demi satu, mereka berpisah. Mereka puas dengan jawaban Ustad. Jawabannya singkat, jelas, dan terus terang. Tidak ada unsur saling menyalahkan. Yang paling penting adalah kepemilikannya atas Alquran dan al-Hadits serta penjelasan dari para ulama ulama, ketika hal-hal seperti itu tidak termasuk dalam hadits dan Alquran. Sehingga kita tidak terjebak seperti iblis yang merasa dirinya paling benar, dan merendahkan kemanusiaan. Nanum hanyalah Allah SWT. siapa tahu lebih baik.

Baca Juga:  Cinta Dalam Diam - Cerpen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *