Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Hati-Hati Jangan Terjebak Dengan Penampilan

2 min read

Gambar oleh Michal Jarmoluk dari Pixabay

Jangan ragukan cinta laki-laki biasa. Kadang kita terjebak dengan penampilan manusia. Sehingga yang berpenampilan sederhana, kita hanya mencueknya. Padahal tidak selamanya yang penampilannya sederhana, hatinya pun akan sederhana. Ibaratnya buah durian, dari kulit luarnya sangatlah berduri, namun diisinya tidak menggambarkan di kulit luarnya. Disamping itu kita bisa melihat buah kedondong yang kulit luarnya sangatlah mulus, namun di isinya penuh urat-urat.

Hati-hati dalam memberikan penilaian, maka sebelum menarik kesimpulan penilaianmu, terlebih dahulu anda melakukan penelitian terlebih dahulu. Cari tahu dulu tetangga dekatnya, cari tahu dulu teman dekatnya, cari tahu dulu dia berteman dengan siapa, dan cari tahu siapa orangtuanya. Usai mendapatkan refrensi banyak, barulah kita menarik kesimpulan. Jangan baru dilihat sebentar langsung menarik kesimpulan bahwa dirinya baik karena penampilannya kayak ustad.

Kami ingin menceritakan sebuah kisah fakta seorang ustad. Maaf tapi ustad gadungan. Ya gadungan, ia melihat akhwat yang cantik. Ia pengen sekali menikah dengan akhwat tersebut, pada akhirnya ia mulai mengubah penampilannya menjadi seorang ustad.

Jengkot di panjangkan, bila bertemu dengan pujaan hatinya selalu mengucapkan salam, ia mulai memakai celana cingkrang yaitu celana di atas mata kaki. Suaranya mulai di ubah ke arab-araban. Lalu jidatnya mulai dihitami supaya dikatakan sebagai ahli ibadah.

laki-lakiGambar oleh Ulrike Mai dari Pixabay

Baca Juga: Islam Kah Kita?

Pada akhirnya akhwat tersebut mulai terbuai dengan penampilannya. Lalu ia menyuruh si laki-laki itu untuk melamar melalui murrobinya. Karena rasa sukanya kepada wanita itu, lalu ia memberanikan diri melamar di murrobinya. Lamaranya diterima dengan baik, karena dari segi penampilannya meyakinkan. Padahal nih murrobinya baru mengenal laki-laki itu.

Baca Juga:  Harapan Pudar - Motivasi

Maka terjadilah pernikahan yang meriah penuh islami. Hijab telah tertatah dengan baik, para undangan mulai berdatangan. Undangan laki-laki bersalaman dengan mempelai laki-laki demikian pula perempuan. Pada akhirnya proses walimatul ursy berjalan dengan baik.

Bulan demi bulan, laki-laki itu mulai menampakkan aslinya. Yang dulunya rajin sholat, mulai bolong-bolong bahkan sampai tidak lagi melaksanakan sholat. Lalu perlahan-lahan ia mulai bertingkah aneh demi memancing pertengkaran.

Setelah bertengkar sang laki-laki itu melarikan diri dari istrinya. Ia tak ingin lagi mendampingi istrinya, lalu mulai mencari wanita lain untuk dijadikan istri, dengan alibi istrinya sangatlah pemarah dan tak taat kepada suaminya. Padahal nih ia seorang ustad gadungan yang hanya menikah untuk menyalurkan syahwat bukan berniat untuk ibadah.

Hati-hati akhwat-akhwat yang baik, caritau dulu sepak terjangnya laki-laki itu. Sebelum engkau memutuskan menerima laki-laki itu sebagai pangeranmu. Apalagi nih nikah itu bertujuan untuk ibadah demi mendapatkan buah dari ibadah kita di akhirat nanti.

Setiap muslim yang baik punyai niat menikah untuk ibadah, untuk merasa tentram, untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang. Bagi kaum adam, janganlah engkau menipu pada perempuan. Karena menipu perempuan sama saja engkau telah menipu ibumu sendiri, karena engkau lahir dari rahim kaum perempuan.

Maka waspadalah para akhwat-akhwat calon bidadari surga. Bila ada laki-laki yang kamu kenal orangnya dengan baik. Namun mukanya hanya pas-pasan, tapi akhlaknya baik, maka lebih baik engkau memilih dia saja.

Karena biasanya mutiara yang indah itu kadang datangnya satu kali. Namun kamu pun harus iktiar dan istiqomah dalam doa. Serahkan saja kepada Allah. Agar Allah akan memberikan kita jodoh yang terbaik yang Allah siapkan sebagai kado terindah.

Baca Juga:  Belajar Dari Titik Air

Kado Allah itu lebih indah daripada kado hambaNya. DIA akan memilihkan kado yang paling cocok dan paling dibutuhkan oleh hambaNya. Maklumlah biasanya pelangi yang paling indah itu biasanya muncul pada awal dan akhir kejadian.

Maka istiqomalah, dengan istiqoma maka kita akan mampu mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan berdoalah dengan penuh khusyuk sehingga kado yang terbaik itu dapat menyenangkan hati kita dan kita ridho terhadap kado itu.

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *