INGAT! Dewan Itu Bukan Dewa

  • Whatsapp

Akhir-akhir ini hampir semua media online baik di televisi maupun di internet memberitakan tentang anggota dewan yang baru selesai dilantik pada tanggal 1 Oktober 2019. Senyum memekar. Sungguh betapa bahagianya mereka. Perjuangan yang melelahkan kini telah tertebus dengan pelantikan. Mengucap sumpah dihadapan para pesumpah. Bagi yang muslim mereka bersumpah dengan menggunakan Al Qur’an. Demikian pula yang beragama lain, mereka bersumpah atas kepercayaan ya masing-masing.

 

Bagi teman-teman yang belum mendapatkan kepercayaan sebagai wakil rakyat, janganlah berkecil hati. Tetaplah berjuang, perjuangan negeri ini masih panjang. masih ada waktu lima tahun berikutnya untuk berjuang kembali. Maka tetaplah semangat, berikan kritik dan saran yang membangun kepada teman-teman kita yang kini telah menjadi wakil kita. Ya, wakil kita, bukankah rakyat adalah pemimpinnya. Dan kita adalah rakyat.

Baca Juga: BELAJAR DARI TITIK AIR

Negeri ini masih membutuhkan solusi dan saran-saran yang hebat. Bukankah membangun negeri ini bukan hanya jalur legislatif. Tapi masih banyak jalur-jalur yang lain. Bagi pengusaha, bangunlah negeri ini dengan memperbanyak membuka lapangan kerja. Bagi seorang guru, bangunlah negeri dengan cara mengajar yang baik untuk membentuk generasi penerus bangsa. Bagi seorang nelayan, maka berlayar lah engkau untuk mendapatkan rezeki yang berkah demi menafkahi anak-anakmu dan boleh jadi anak yang engkau nafkahi akan menjadi seorang presiden kelak.

Negeri ini masih butuh kita. Kalau bukan kita siapa lagi. Anggota dewan berjuang melalui kebijakan-kebijaka yang baik untuk membangun negeri. Sedangkan kita sekurang-kurangnya berjuang untuk menjadi warga negara yang baik. Agar kehadiran kita, di negeri ini bukan menjadi beban negeri, namun menjadi rahmat bagi negeri.

Ingatlah teman-temanku yang kini telah menjadi wakil kami. Dewan itu bukanlah dewa. Dewan itu adalah wakil rakyat. Sedangkan dewa menurut ajaran hindu adalah Tuhan. Bila engkau adalah dewan maka bertindaklah seperti dewan bukan justru menjadi dewa. Dewan yang amanah yaitu mendengarkan seluruh keluhan rakyat. Bahkan tanpa mendengar keluhan, mereka sudah pekah merasakan apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Dewan yang baik itu bukanlah haus terhadap pujian. Namun mereka bekerja dengan ikhlas dan penuh tanggungjawab bagi pemimpinnya yaitu rakyat.

Baca Juga:  Jagalah Pandangan mu demi Pendampingmu - Motivasi

Wakil Rakyat

Dewan tak pantas disembah dan di puja-puji, karena mereka selayaknya untuk mengabdi kepada atasannya yaitu rakyat. Sedangkan dewa sepantasnya untuk disembah dan di puja-puji dalam paham hinduisme, karena dewa adalah Tuhan. Maka jadilah dewan yang baik, agar kelak engkau diberi amanah kembali oleh atasanmu yaitu rakyat. Dan janganlah engkau perlahan-lahan menjadi dewa, sehingga perlu dipuja dan dipuji barulah engkau membantu rakyat. Dewan tetaplah dewan, dan tidak akan bisa menjadi dewa. Kecuali orang-orang yang tidak mengetahui identitas dirinya dan tanggung jawabnya, kadang merampas kebijakan dewa.

Kecuali di puji barulah mendengarkan keluhan rakyat. Bila dikritik, pintu kantornya tertutup rapat, seolah-olah mendengar kritikan bagaikan nyanyian nyamuk yang sedang berpesta pora menikmati tetesan darah manusia.

Wahai dewan yang baik, kami menunggumu di warung kopi, di jalan, di kampung, di desa, di kota dan di negara ini untuk kita berdiskusi, agar engkau mendengar secara langsung apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Janganlah hanya menikmati empuknya kursi malasmu, sehingga engkau malas untuk turun kelapangan. Wahai dewan yang baik, sumpahmu di dengar oleh manusia. Di aminkan oleh malaikat dan kelak akan di tuntut oleh Allah atas apa yang engkau kerjakan di dunia sebagai anggota dewan terhormat.

Selamat bekerja, dan ingatlah kami yang memilihmu sebagai wakil kami.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *