Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Iqro Diri!

1 min read

coba IQRO DIRI

Iqro diri!, bacalah dirimu dengan hati yang bijak. Agar kehidupanmu terasa bermakna dalam hidup. Sejak kita dilahirkan di muka bumi Allah telah memperkenalkan salah satu ayat pertamanya yaitu iqro bismirabika lazi kholaq. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Inilah ayat sebenarnya ayat sebelum dilanjutkan ayat-ayat yang lain.

Bacalah, dirimu dengan sebaik-baiknya. Maka engkau akan menemukan jadi dirimu yang sebenarnya. Siapa engkau, dan untuk apa kamu di ciptakan?. Inilah hakikat pertanyaan inti manusia. Sebenarnya kenapa kita ini di hidupkan oleh Allah di muka bumi ini?.

Sejak dilahirkan, kita sudah di asuh oleh kedua orangtua kita. Lalu kita dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang. Kita diberikan makanan yang baik, pakaian yang serba cukup dan fasilitas yang kadang memadai. Lalu kita disekolahkan oleh orang tua kita. Ratusan juta orang tua kita harus mengeluarkannya demi membiayai pendidikan kita. Dengan harapan agar anaknya kelak menjadi manusia yang berguna. Baik berguna untuk dirinya sendiri, orang banyak maupun untuk bangsa dan negara.

Iqro diri!, bacalah dirimu dengan sebaik mungkin. Sebelum engkau membaca diri orang lain, maka terlebih dahulu engkau membaca dirimu sendiri. Apakah dalam kehidupanmu sudah banyak bermanfaat bagi orang lain atau belum. Bukankah kita hidup bukan hanya mengurus pribadi kita sendiri. Namun kita punya kewajiban yaitu kita harus memberikan manfaat yang banyak bagi siapapun.

bacalah dirimu
Gambar oleh Ajju prasetyo dari Pixabay

Baca Juga: Tuhan, Dimanakah Letak Surga?

Kita lebih pintar menilai kepribadian jelek seseorang. Lalu kita melupakan pribadi jelek kita sendiri. Padahal sebaik-baiknya orang yaitu lebih banyak mencari kesalahan pribadinya demi untuk memperbaikinya daripada mencari kesalahan orang lain, lalu kita mencelahnya. Padahal kita dituntut untuk menutup aib buruk seseorang. Agar Allah menutup aib buruk kita kedepan.

Baca Juga:  Syahadat Ulang

Kita hidup di dunia ini, harus banyak-banyak iqro diri. Kita harus banyak mengevaluasi diri daripada mengevaluasi orang lain. Sudahkah kita menjadi orang yang peduli terhadap sesama. Atau justru kitalah yang menganggu kehidupan orang lain. Kita harus pintar-pintar dan banyak mengaca diri kita sendiri. Agar kita mengetahui kekurangan kita. Lalu kekurangan itu kita tutupi dengan kelebihan. Dengan itu, kekurangan akan berkurang dan kelebihan akan bertambah.

Iqro diri inilah sehingga kita banyak intropeksi diri. Kita telah lama sibuk dengan pekerjaan kita, tanpa kita mengintropeksi diri kita agar menjadi orang yang lebih baik lagi. Kita lebih pintar menilai keburukan dan kebaikan orang lain. Dan sulit untuk menilai kepribadian kita. Bahkan lebih parahnya, kadang penilaian kita tidak adil dan jujur. Kita lebih membanggakan diri kita. Bahwa kita orang hebat.

Padahal orang dikatakan hebat bukanlah orang yang mengaku dirinya hebat. Namun orang hebat itu adalah orang yang di akui orang lain bahwa dia hebat. Disebabkan tindakan dirinya yang dapat bermanfaat terhadap orang lain.

Maka mulai sekarang kita harus perbanyak iqro diri. Agak kelak kita akan menjadi orang-orang yang berguna. Bukan hanya berguna mengurusi dirinya sendiri. Namun kehadirannya dapat meringankan beban orang lain. Inilah manusia yang sebenarnya. Kehadirannya di tunggu-tunggu dan kepergiannya dirindukan.

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *