Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Jagalah Pandangan mu demi Pendampingmu – Motivasi

2 min read

Jagalah Pendampingmu

Andai mata bisa berbicara di dunia ini. Maka dia akan bercerita panjang lebar tentang perjalanannya menjadi bagian dari manusia. Mendampingi dengan setia apa yang intrupsikan oleh pikiran. Kadang dia harus melawan kehendak dirinya ketika intrupsi otak mengarah ke pandangan yang salah. Namun apalah daya, dia hanya sebagian prajurit manusia yang harus mengikuti apa yang di intrupsikan oleh sang raja.

Raja yang baik akan memerintahkan prajuritnya untuk bertindak sesuai dengan aturan Illahi. Namun bila dirinya di pimpin oleh raja yang lalim, maka perintahnya kadang harus melanggar aturan. Sang prajurit haruslah mengikuti kehendak nafsu sang raja. Walaupun hati nuraninya ingin memberontak melawan.

Andai mata bisa berbicara. Mungkin dia ingin melawan perintah itu. Dia tak ingin kehadirannya akan menambah berat timbangan keburukan bagi tuannya. Yang kelak dia diminta saksi bagi apa yang pernah dilakukannya. Bukankah apa yang diperbuat akan selaras dengan apa yang di tuai. Bila kita menanam jagung, maka yang akan di panen pun jagung. Sungguh jagalah pandanganmu dengan sebaik-baiknya maka kamu akan selamat.

Pandangan yang kita anggap sepele, namun disinilah awal mulanya kemaksiatan. Melihat yang indah-indah emang di bolehkan, apalagi sambil memuji kebesaran sang pencipta keindahan itu. Namun yang tidak di perbolehkan yaitu ketika melihat sesuatu yang seharusnya bukan hak kita untuk kita lihat, lalu di ikuti dengan nafsuh yang membara.

Cukuplah kisah Zulaikha sebelum bertobat kepada Allah yang mengalami hal itu. Seorang istri bangsawan yang tak pandai menjaga pandangannya, sehingga terjebab dengan kegantengan anak angkatnya sendiri yaitu nabi Yusuf as. Di awali dari pandangan. Pandangan mulai menangkap objek yang indah. Lalu di oleh di dalam pikiran. Bila pikiran jernih dan tidak terkontaminasi dengan nafsuh yang membara.

Baca Juga:  7 Tips Meningkatkan Semangat Kerja di Kantor

Maka secara refleks akan mengagungkan nama Allah. Namun bila pikiran kacau, tidak ada anti virus keimanan yang mencegahnya. Maka pikiran itu akan mengolah hasil potrekan pandangan dengan hal-hal yang negatif. Inilah yang di alami oleh Zulaikha sebelum sang Zulaikha bertobat kepada Allah dengan tobatan yang terbaik. Bukankah Allah telah mengingatkan kita dalam firmanNya.

menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya

Baca Juga: Mencari Kemuliaan

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An- Nur : 30)

Allah menempatkan kata pandangan lebih awal daripada kemaluan. Inilah urutan yang ideal. Allah maha tahu, sebelum terjadinya perzinahan, semuanya di awali dengan pandangan yang tidak di jaga. Lalu Allah menyeruh kepada laki-laki yang beriman, hendaknya menunduk pandangan. Karena Allah maha tahu, setebal apapun iman kita, bila pandangan kita tidak kita jaga dengan sebaik-baiknya.

Maka mara bahaya kemaksiatan akan selalu menghantui kita. Ada orang yang beriman, namun terjebat pula dengan perzinahan. Ternyata hanya satu permasalahannya yaitu di awali dengan tidak menundukkan pandangannya. Sepele emang sepele, namun dampaknya amat besar, bila kita tak berhati-hati dalam menggunakannya.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An Nur : 31)

Jagalah Pandangan
By. gettyimages.com

Bukan saja laki-laki yang beriman Allah suruh untuk mendukkan pandangan. namun wanita beriman pun Allah suruh untuk menundukkan pandangan mereka. Lalu Allah lengkapkan dengan perintah untuk tidak menampakkan perhiasan-perhiasan yang indah. Emang wanita adalah makhluk Allah yang paling indah. Saking indahnya, sehingga seluruh bidadari dari surga itu yaitu wanita. Indah emang dipandang dimata, bahkan menggiurkan.

Baca Juga:  Diamnya Pemuda Hancurnya Negara

Coba kita tadaburi ayat ini. Bila kita mentadaburinya dengan teliti, sungguh amatlah dasyat. Allah hanya menyuruh laki-laki beriman hanya menundukkan pandangan dan menjaga kemaluannya. Namun untuk wanita Allah lengkapkan lebih sempurna. Yang pertama menundukkan pandangan. Yang kedua yaitu menjaga kemaluannya.

Yang ketiga yaitu tidak menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak kepadanya. Yang ke empat yaitu hendaklah menutupkan kain kudung sampai kedadanya dan yang kelima yaitu janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Inilah ayat yang lengkap. Sehingga apabila kita mengikuti dan melaksanakan ayat ini. Yakinlah bahwa engkau akan selamat dari dosa pandangan mata.

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *