Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Ku Kejar Mimpi Jadi Bintang – Cerpen

2 min read

Ku Kejar Mimpi Jadi Bintang

Mimpi ya setiap orang mempunyai mimpi. Entah bermimpi menjadi polisi, menjadi presiden, menjadi pengacara, menjadi pengusaha, menjadi penemu, maupun cita-cita yang lainnya. Namun mimpi itu butuh proses panjang untuk di perjuangkan.

Bila hanya satu kali, lalu kita gagal dan pada akhirnya menyerah, sesungguhnya kamu seorang pencundang. Maka belajarlah dari beberapa kegagalan, karena setiap kegagalan, Allah mengajarkan metode yang baik untuk kita gunakan. Metode-metode yang membuat kamu menjadi seorang bintang.

cerpen Ku Kejar Mimpi Jadi Bintang

Baca Juga: ANTARA AKADEMIK, ORGANISASI DAN CINTA

Tahukah engkau, bintang itu butuh malam untuk membantu menampakkan sinarnya. Demikian pula, mentari butuh siang untuk memancarkan sinarnya. Begitu pula sukses butuh gagal berkali-kali, kadang baru nampak sukses. Tahukah engkau Thomas Elva Edison, yang gagalnya kebanyakan daripada suksesnya. Namun setelah sukses, maka dia selalu sukses selama hidupnya. Kadang saya membayangkan, bila sang Elva Edison berhenti pada saat percobaan yang kelima puluh kalinya, boleh jadi dunia tak seterang ini.

Lampu tidak akan pernah nampak. Neong-neong di jalan tidak akan bersinar. Perusahaan pencakar langit terasa gelap. Para pegawai mewajibkan membawa lilin. Mobil berjalan mengintari malam dengan menggunakan lilin besar. Mana bisa akan bertahan dengan tiupan angin yang kencan. Boleh jadi aktifitas kita pada malam hari akan terhenti. Tinggal siang harilah kita akan bekerja. Malam hanya istrahat di dalam rumah dengan nyaman.

Padahal nih, menurut Hasan Al Banan,”Pekerjaan di dunia itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Lihat saja, banyak orang yang lembur untuk bekerja demi mendapatkan target pekerjaannya. Bahkan mereka rela tidur di kantor demi mengerjakan pekerjaan yang bertumpuk.

langkah demi langkah

Baca Juga: ZIKIR CINTA DI PUNCAK GAMALAMA – CERPEN

Emang jadi bintang itu tidaklah gampang. Kita butuh komitmen dan konsisten dalam mengerjakan hal itu. Bila tidak demikian, maka engkau akan mengalami kegagalan. Kita harus belajar dari seorang bayi. Bayi yang berhari-hari belajar untuk bangkit dari tempat tidurnya. Awalnya baru baring terlentang, lalu perlahan-lahan membalikkan badannya.

Baca Juga:  Cinta Dalam Diam - Cerpen

Usai membalikkan badannya, ia mulai belajar menggesekkan kakinya, perlahan-lahan tapi pasti. Lalu ia mulai belajar merangkat, lama kelamaan mulai belajar duduk. Pada akhirnya ia mulai belajar bangkit. Langkah demi langkah ia melatih kakinya. Lebih banyak jatuhnya daripada bangkitnya. Namun setiap dia terjatuh, dia belajar bagaimana bangkit lagi. Tak peduli ia akan jatuh lagi. Namun yang ia pikirkan, bagaimana ia bisa bangkit lagi.

Lalu ia mulai memindahkan kakinya langkah demi langkah. Pada awalnya tertatih-tatih, perlahan-lahan langkah itu mulai sempurna. Ya mulai sempurna, karena sang bayi telah belajar berkali-kali bagaimana bisa berpijak dengan benar. Setelah bisa berjalan, selanjutnya ia mulai belajar bagaimana bisa berlari. Awalnya lari-lari kecil dari sudut satu kesudut yang lainya. Pada akhirnya bisa berjalan dengan cepat dan lancar. Dan boleh jadi dia kelat bisa mengikuti lomba lari.

Yang menjadi sebuah pertanyaan, adakah keluhan yang terucap dibibir sang bayi. Adakah penyesalan yang terucap di bibir sang bayi pada saat ia terjatuh. Tidak sama sekali, kita belum pernah mendengar hal itu. Walaupun dari beberapa langkahnya, ia terjatuh dan menangis, namun ia tetap bangkit dan bangkit lagi sambil tersenyum manis, ketika sang ibu memegang tangan mungilnya.

Mimpi tanpa kerja keras bagaikan bermimpi di siang bolong. Kita bermimpi telah sukses dan mempunyai mobil mewah. Tapi setelah bangun tidur, hanya kita mendapatkan tai mata. Mimpi bila hanya bermpi tanpa adanya komitmen yang mendalam terhadap mimpi itu, lebih baik tidak usah bermimpi. Atau tidur-tidur saja menunggu durian runtuh jatuh.

Pasrah kehendak Tuhan katanya, padahal bukan itu yang di maksud Tuhan dalam konsep kepasrahan. Dikatakan pasrah itu, bila kita telah mencoba berkali-kali, namun selalu gagal, itu baru dikatakan pasrah. Namun belum pernah mencoba, lalu bicara pasrah. Itu namanya penakut dan boleh jadi dikatakan pecundang. Bukankah ayat Allah telah menyampaikan hal itu.

Baca Juga:  Tuhan, Aku Ingin Sekolah - Cerpen

mulai belajar

Baca Juga: Stop! Jangan Baper Dulu, Kekasihmu Yang Kamu Cintai

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali mereka merubah nasib itu sendiri.(A Ra’du : 11)

Bila kita hanya pasrah dan tidak ingin merubah nasib kita sendiri. Allah juga akan melihat anda, DIA tidak akan membantu hambanya, tanpa bekerja lalu bicara pasrah. Justru itu, mulai sekarang marilah kita bangkit dari beberapa tantangan. Jangan cepat menyerah, jangan cepat mengeluh, jangan cepat mundur, bila engkau belum melaksanakan kerja keras dengan baik.

Keringat yang berkecucuran, darah yang mengalir, otok yang letih, semuanya akan terbalas bila kamu mengerjakan pekerjaan itu dengan ikhlas. Maka bangkitlah, maka bangkitlah, usaha pasti sampai.

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *