Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Melibatkan Allah Dalam Berbisnis

2 min read

LIBATKAN ALLAH DALAM BERBISNIS

Bisnis bukan sekedar cari untung. Bisnis itu haruslah berkah. Banyak orang yang berbisnis hanya fokus mencari keuntungan. Tanpa mempertimbangkan apakah keuntungan itu berkah atau tidak. Padahal berkah itu sangatlah penting. Biar sedikit keuntungan kita bila berkahnya melimpah, maka Allah akan selalu melapangkan rezeki kita. Karena kaya itu belum tentuh menjadi rezeki kita.

Ada orang miskin namun rezekinya banyak. Sehingga walaupun dia miskin, dia menikmati kemiskinan itu dengan sebaik-baiknya. Bahkan ada sebagian yang mensyukurinya. Daripada kaya tapi selalu mendekatkan diri kita dalam kemaksiatan, lebih baik miskin tapi selalu ingat Allah. Namun yang paling bagusnya yaitu kaya tapi rajin beribadah. Inilah hamba yang mensyukuri nikmat Allah.

Kata KH. Mustafa Bisri, “banyak orang yang di uji oleh Allah dengan kemiskinan, penderitaan dan kesengsaraan. Namun banyak pula yang lulus dari ujian itu. Semakin di uji semakin kokoh imannya. Namun banyak pula yang di uji oleh Allah berupa kenikmatan. Kekayaan yang melimpah, istri yang cantik, jabatan yang tinggi, kendaraan yang mewah. Namun apa yang didapatkan itu justru melalaikan dirinya untuk dekat dengan Allah.

Cukuplah kisah Tsa’labah yang terjadi di zaman rasulullah, seorang sahabat rasul yang hanya mempunyai satu kain untuk melaksanakan sholat. Setiap selesai sholat di masjid dia tergesa-gesa ingin pulang kerumah demi bergantian kain dengan istrinya yang dari tadi menunggu dirinya pulang demi melaksanakan sholat.

banyak orang yang berbisnis

Baca Juga: Inilah 5 Ide Bisnis Terbaik Tahun 2019

Lalu ia memohon kepada rasulullah untuk mendoakan dirinya agar terbebas dari kemiskinan. Awalnya rasulullah menolak permohonan dia, bahkan rasulullah memberikan nasehat kepadanya. Namun karena desakan demi desakan pada akhirnya sang rasul mendoakan.

Baca Juga:  Iqro Diri!

Ketika kekayaannya mulai menumpuk dia lupa segalanya. Kesibukannya mengelolah harta sehingga lupa dengan sang pemberi harta yaitu Allah. Di waktu sempit dia selalu datang melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Namun setelah kaya raya, kesibukannya menjadi-jadi. Bisnisnya semakin berkembang pesat.

Namun berkahnya semakin berkurang. Harta yang melimpah justru membawanya kelembah kesyesatan. Janjinya kepada rasulullah ia lupa. Bahkan sang rasul memintanya untuk membayar zakat. Dia tidak membayar zakat. Sampai sang rasul pun murka kepadanya.

Wahai manusia berbinislah dengan baik. Manusia hanya merencanakan dan mengerjakan bisnis dengan sebaik mungkin. Namun Allah yang mengatur segalanya. Kita di tuntut untuk selalu berusaha. Namun hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Banyak orang yang berbisnis namun bisnisnya menggunakan kakulasi manusia. Sehingga tidak melibatkan Allah dalam berbisnis. Padahal Allah sudah memperingatkan dalam firmanNya.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.(QS. At Taubah: 24)

Bukankah pembisnis yang baik yaitu apabila dalam bisnisnya melibatkan Allah. Dalam artian semua aktifitas bisnis yang dia kembangkan mempunyai tujuan untuk mendekatkan dirinya kepada Allah semata. Apabila dia mengalami kerugian dia selalu bersabar. Dan bila mendapatkan keuntungan dia selalu bersyukur. Tak ada rasa keluh kesah dalam mengelolah bisnis. Dia yakin setiap aktifitas bisnisnya ada pelajaran berharga yang dia dapatkan.

Ada seorang pembisnis ikan yang pemula. Dia sangatlah menggebuh-gebuh dalam berbisnis. Sebelum proses penjualan, dia memeriksa ikannya yang sudah besar-besar untuk dijualnya terasa banyak. Melihat hal itu, dia yakin sekali, keuntungan besok akan berpihak didirinya. Dengan semangatnya air kolam mulai dikeringkan. Ikan di dalam kolamnya terasa padat. Sungguh hatinya mulai senang. Tidak menyangkah usahanya tidak sia-sia. Kakulasi demi kakulasi telah berimajinasi di dalam pikirannya.

Baca Juga:  Nabipun Ditegur Karena Khilaf - Stop Membanggakan Diri

yang di uji oleh allah

Baca Juga: 10 Cara Menghasilkan Uang Secara Online

Namun ke esok harinya, pada saat si pembeli datang sebagian ikan di kolam di curi oleh orang lain. Sungguh miris, dia tak menyangkah akan terjadi seperti itu. Padahal kemarin dia sangat yakin bahwa keuntungan berpihak didirinya. Kecewa emang kecewa, namun berlarut dalam kekecewaan dapat mengkerdilkan diri kita. Maka libatlah Allah dalam berbisnis , maka Allah akan menjaga bisnismu dengan sebaik-baiknya. Dan menambahkan berkahnya dengan seberkah-berkahnya.

Rezeki berkah adalah dengan rezeki itu, amalan kebaikan yang kita lakukan selalu bertambah. Banyak orang kaya, tapi kekayaan tak berkah. Kekayaanya justru menjerumuskan dia ke dalam kesyesyatan. Bahkan ada orang kaya tapi tidak menikmati kekayaanya.

Ketika dia ingin makan daging, pikirannya kolestrol, ketika minum susu, pikirannya penyakit gula. Uang yang dia dapatkan tak mampu membeli penyakit yang dideritanya. Kita bisa belajar dari pengusaha hebat Sandiaga Salahudin Uno. Dia menjadikan aktifitas bisnisnya sebagai sarana ibadah. Dia tak takut bila bisnisnya bangkrut. Baginya rezeki itu adalah titipan Illahi.

Bila Allah mengambil titipan itu, maka dia yakin bahwa Allah akan memberikan rezekinya yang lebih melimpah, asalkan kita pandai bersyukur. Pengusaha hebat, sholat dhuhanya tidak pernah beliau tinggalkan. Gajinya pada saat menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta dia sumbangkan seluruhnya untuk orang-orang yang membutuhkan. Yuk pengusaha hebat Indonesia, marilah kita jadikan lahan bisnis kita sebagai lahan amalan-amalan hebat kita. Agar nilai keberkahannya selalu bertambah di setiap waktunya.

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *