Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Menikah lah, Maka Rezekimu Akan Dikupkan

2 min read

menikah

Jangan menunggu kaya baru mencari menikah. Dan jangan gara-gara miskin sehingga kita takut mencari pasangan hidup. Kalau menunggu kaya baru mencari jodoh, kapan kayanya.? Mungkin ketika udah kaya, tapi udah keburu tua. Mungkin setelah kaya, esoknya udah meninggal.

Atau mungkin ketika udah kaya tapi wanita tak melirik kamu lagi. Jodoh itu urusan Allah, walaupun harus ada campur tangan manusia. Bila urusan Allah, maka serahkan saja sepenuhnya sama Allah. Bila kamu menikah dalam keadaan miskin, maka Allah akan melapangkan rezekinya. Bila kamu menikah dalam keadaan belum berfikir dewasa, maka Allah akan mendewasakan pikiranmu.

Bila sudah tibah waktunya menikah, tak satupun kita bisa menghindar. Emang takdir kita harus kita menikah pada tahun itu. Tak memandang kaya dan miskin, bila sudah berjodoh haruslah berjodoh. Jangan banyak alasan lagi, karena tak punya uang, tak punya mobil, tak punya parang, tak punya sprimbek, tak punya cincin.

Nikah itu yang terpenting ijab qabulnya, bukan walimatul ursynya. Bila ada uang maka laksanakan walimatul ursyanya, namun bila tak ada uang, ya ijab qabul saja. Bisa juga kok, walimatul ursynya belakangan. Bila udah punya uang yang banyak baru walimatul ursy. Bukankah dengan menikah Allah akan semakin menambahkan pintu rizki kita.

Menikah lah, Maka Rezekimu Akan Dikupkan
Photo by Alex Lee on Unsplash

“Dan nikahlah orang-orang yang sendiri ( bujangan ) di antara kalian dan orang-orang shaleh diantara para hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin, Allah-lah yang akan menjadikan kaya dengan karunia-Nya. (QS. An-Nur : 32 )

Mungkin dulu waktu masih bujang pintu rezekinya hanyalah satu, namun setelah menikah pintu rezeki akan dibuka lebar-lebar. Ia, akan dibuka lebar-lebar, karena rezeki itu akan menyatu menjadi satu. Rezeki suami ditambah dengan rezeki istri. Lalu rezeki suami istri akan ditambah lagi dengan rezeki anak. Itupun baru rezeki anak pertama, bagaimana dengan anak kedua, anak ketiga, anak keempat dan anak kelima.

Baca Juga:  Agar malaikat Cemburu Padamu

Mungkin banyak kan. Yuk bila udah merasa mampu bersegeralah. Nikah itu ibadah, kok tak ingin bersegera dalam ibadah. Jangan takut miskin, Allah sudah menjamin rezeki bagi orang-orang yang menyempurnakan agamanya.

Rasulullah Saw saja menikah mudah, yaitu ia menikah umur 25 tahun. Gimana dengan kita, kok sudah tiga puluh tahun masih takut menikah. Padahal sudah waktunya menyempurnakan sebagian agama kita. Kamipun akan berikan analogi sederhana. Bila kamu ingin memancing disebuah kali, kira-kira mana yang paling banyak antara menggunakan dua tali pancing dengan menggunakan satu tali pancing. Sudah tentuh yang banyak menggunakan dua tali pancing.

Yang satu kemungkinan akan mendapatkan satu ikan dalam satu kali mengail, namun yang dua tali pancing boleh jadi akan mendapatkan dua ikan. Bila dikali dengan banyaknya kita memancing, sudah tentuh lebih banyak orang yang menggunakan dua tali pancing. Demikian yang sudah menikah, akan lebih banyak rezekinya daripada yang masih bujang. Karena yang sudah menikah akan bertambah rezekinya yaitu rezeki istri dan suami.

Bila waktu telah tiba, maka lupakan rasa keraguan-raguan. Emang dalam menempuh pernikahan banyak sekali cobaan-cobaan yang dihadapi. Rasa ragu akan selalu menghantui kita. Bukan saja rasa ragu tentang rezeki, namun rasa ragu, apakah yang dipilih itu sudah benar-benar sesuai dengan kriteria atau tidak. Jangan sampai sifatnya tidak baik, agamanya tidak mantap dan keluarganya tidak harmonis.

Pertanyaan-pertanyaan itu semakin hari semakin bermunculan di pikiran kita. Pada akhirnya ada sebagian yang memutuskan mundur sebelum ijab qabul dilaksanakan. Saling curiga satu sama lain. Jangan-jangan yang dipilih itu tidak setia atau seorang penipu ulung.

MENIKAh
Photo by pixabay.com

Baca Juga: ANTARA IKHTIAR DAN IKHLAS

Kita tetap waspada, namun jangan kewaspadaan yang berlebihan sehingga kita tak menikah-nikah. Bila udah tibah waktunya laksanakan dulu. Namun bisa kita buat komitmen dulu antara kedua belah pihak. Bila perlu membuat suatu perjanjian yaitu perjanjian yang dapat menguntungkan dua belah pihak, bukan justru merugikan kedua belah pihak.

Baca Juga:  Tuhan, Dimanakah Letak Surga?

Saling percaya, saling melengkapi, saling menyempurnakan itulah hakikat sebenarnya menikah. Bukan hanya ibadah, namun saling memahami dan saling pengertian haruslah ditingkatkan.

Tahukah anda semua, godaan yang terbesar bagi manusia yaitu ketika hendak ingin menikah dan ketika hendak ajal akan menjemput. Ketika dekat menikah para Iblis akan menurunkan pasukan terbaiknya untuk menggoda manusia. Karena mereka tahu bahwa menikah itu ibadah maka mereka tak ingin manusia melaksanakan ibadah. Sehingga mereka cepat-cepat menanamkan rasa was-was yang berlebihan kepada manusia.

Demikian pula dekat-dekat ajal akan menjemput, semua manusia di muka bumi ini menginginkan meninggal dalam keadaan baik. Bagi yang beragama islam ya meninggal dalam keadaan mengingat Allah SWT. Namun Iblis menghalangi mereka, agar manusia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada Allah.

Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *