Nabipun Ditegur Karena Khilaf – Stop Membanggakan Diri

  • Whatsapp
Nabi Pun Ditegur Karena Khilaf - Stop Membanggakan Diri

Manusia Adalah Tempatnya Khilaf.  Manusia yang layak, perlu kita ketahui bersama, manusia itu layak khilaf. Ya tempatnya khilaf. Gejolak kebenaran akan selalu berseteru dengan gejolak kebatilan. Bila kebenaran akan menang, maka manusia itu akan selamat, bila kebatilan menang, maka manusia itu akan celaka. Maka marilah kita saling introspeksi diri.

Read More

Maka sungguh beruntung jika seseorang mendapat teguran dari teman-teman, sahabatnya, kerabat karibnya juga muslim yang lain. Teguran itu untuk memperbaiki diri kita agar lebih baik, lalu kita mulai introspeksi diri. Evaluasi diri dari beberapa teguran-teguran. Kita manusia biasa yang lupuk dari khilaf. Sang imam sholat terkadang mendapatkan teguran dari makmumnya. Suami kadang-kadang mendapatkan teguran dari mengundang, pemimpin yang memilih rakyat harus rela-rela mendapatkan teguran dari rakyatnya.

Baca Juga: Cerpen Golongan Mana Yang Masuk Surga

Nabi pun ditegur oleh Allah, padahal nabi merupakan manusia istimewa yang diciptakan oleh Allah. Ada beberapa nabi yang ditegur, teguran bukan untuk mengkerdilkan mereka, tetapi membuat mereka lebih hebat dengan evaluasi diri. Ada beberapa nabi yang ditegur oleh Allah;

Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad ditegur dalam Surat A’asa . Ketika Nabi Muhammad mulai berkhotbah di Mekah, ia meminta Islam menjadi lebih rapuh jika lebih kaya dan mulia memeluk Islam. Karena itu, suatu hari, kompilasi Nabi Muhammad SAW melihat khotbah bagi bangsawan bangsawan, tiba-tiba Abdullah ibn Ummi Maktum, lelaki buta dan miskin datang ke Nabi Muhammad SAW. bertanya tentang Islam, Nabi Muhammad. tidak diundang, tetapi terus propagandanya untuk bangsawan bangsawan. Kemudian, Allah SWT menurunkan Surah A’basa sebagai teguran atas sikapnya;

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang sebagai orang yang sangat setuju. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan sendiri (dari dosa), atau Dia (ingin) mendapatkan pembahasan, lalu membantah itu memberi manfaat pada rekreasi?. Jadi orang yang suka serba cukup, maka kamu melayaninya. Sementara tidak ada (celaan) atasmu jika Dia tidak membersihkan dirimu sendiri (beriman). Dan adapun orang yang datang dengan bersegera (sedang menerima), maka ia takut kepada (Allah), maka kamu bisa kembali. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu diskusi. (QS. A’basa: 1-11)

Manusia Tempat Khilaf

Dan kompilasi sampai pada ayat-ayat di atas. Nabi Muhammad SAW terus melayani permintaan kunjungan. bahkan Abdullah bin Ummi Maktum RA, dirinya sendiri setelah kejadian itu tidak merasa kecil, malah dia malah bangga. Ini karena olehnya seorang nabi telah ditegur oleh Tuhannya.

Sampai perang Qadisiyah sebagai peninggalan Utusan Allah, sahabat besar ini memiliki permintaan untuk membawa bendera Muslim di medan perang. Saat perang melawan dia karena dia adalah orang besar, dia juga melepaskan larangan yang tidak bisa disangkal.

“Apakah kalian menolak permintaanku, padahal Rasulullah SAW. kompilasi menolak permintaanku, langsung ditegur Allah?

Maka dari itu, bendera pun pun mengizinkan, sedangkan dia adalah yang buta.

Khilaf

Nabi Sulaiman AS.

Nabi Sulaiman diberikan ditegur juga, diberikan dalam kata-kata Nabi Muhammad SAW,

“Sulaiman bin Daud” Alaihissalam Pernah Berkata “Sungguh, aku akan menggilir Seratus Istri Saya Malam Ini. * Semua akan melahirkan Anak berkuda Yang akan bertarung di jalan Tuhan.

Lalu diundang Berkata diundang,

“Katakanlah ‘Insya Allah, tetapi Nabi Sulaiman AS.tidak mengatakan,’ Insya Allah. Ternyata dari semua yang diumumkan ini yang hamil hanya seorang istri saja, itupun hanya melahirkan separuh anak. Demi Dzat yang menguasai jiwaku, seandainya Nabi Sulaiman AS memenangkan ‘Insya Allah’, pastilah mereka semua akan berjuang di jalan Allah sebagai pasukan berkuda. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bukan hanya nabi Muhammad SAW. dan Nabi Sulaiman AS., Nabi Musa AS pun pernah ditegur oleh Allah. Ingat teguran itu bukan berarti untuk membuat dia salah total. Tapi akan menjadi pertimbangan bagi Anda. Yuk jangan marah ditegur, karena Nabi pun pernah ditegur. Kita kan manusia biasa. Karena itu memuaskan untuk orang-orang yang menegur mu, karena mereka peduli terhadap kebaikanmu. Maka berlapang dadalah dan bersabar, sambil introspeksi diri.

Demikian pula yang menegur, marilah kita yang bisa mengatasi sendiri, mungkin masih ada dosa yang kita lupakan. Insya Allah, saling menasihati dan saling ingat, mengerti jalan terbaik. Namun, kami sangat takut jika ada orang yang tidak pernah ditegur, jadi yang terbaik adalah yang terbaik dari Adam AS.

Baca Juga:  Ada Rahasia Dibalik Tujuan Ibadah

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *