Putih Merah – CERPEN

0 1
Loading...

Aku masih ingat ketika putih dan merah menyatu

Ya menyatu menjadi satu dibadan kita

Dengan bangganya engkau menunjukkan kepadaku

Bahwan engkau merasa bangga memakainya

 

 

Baca Juga: TUHAN, AKU INGIN SEKOLAH!

 

Aku masih ingat ketika engkau mengotori putihku dengan makanan

Lalu aku mengejarmu, dan engkau lari bagaikan kilat

Oh aku masih ingat ketika engkau mengajakku melantukan syair indah

Syair indah mengalun ditenggorokan yang kenduh

 

Aku masih ingat putih merah tercampur dengan noda

Namun esoknya ibuku membersihkannya bagaikan anak tanpa dosa

Aku masih ingat putih menghepaskan debu berterbangan

Ketika sabun menyatu dengan air, demi membersihkan noda-noda hitam

 

Oh sayangku apakah engkau masih ingat?

Ketika guruh kita memberi tugas terakhir

Ya tugas yang mengharungkan, ketika putih merah akan melepas dibadan

Ya melepas dibadan, diganti oleh putih biru.

 

Sungguh cepat menurutku

Kita bersendau gurai dipohon ketapang

Dengan mungilnya engkau berkata

Aku akan lanjut disekolah yang lebih tinggi

aku masih ingat

Aku terteguh ketika engkau mengucapkan itu, dari bibirmu yang mungil

Ya bibir yang gincungpun malu menyapanya

Sungguh sangatlah cepat putih merah dingganti putih biru

Tapi inilah langkah demi meraih

 

Putih biru, putih abu-abu tak akan kita sampai

Bila putih merah tak akan pernah menyatu dibadan

Oh sungguhlah cepat waktu berlalu, meninggalkan kenangan-kenangan itu

 

Bila diriku sang Tuhan, akan kubalik waktu itu

Ya waktu putih merah masih menyatu dibadan

Engkau tersenyum dibibirmu yang memungil

Namun aku bukanlah Tuhan, tapi hanyalah seorang hamba

Tak mungkin kulakukan, bila waktu telah berselancar dari zaman ke zaman.

Hanya kenangan-kenangan SD menyatu dalam jiwa kita.

 

Loading...
Comments
Loading...