Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Putih Merah

51 sec read

Aku masih ingat ketika putih dan merah menyatu
Ya menyatu menjadi satu dibadan kita
Dengan bangganya engkau menunjukkan kepadaku
Bahwan engkau merasa bangga memakainya

Baca Juga: Tuhan Aku Ingin Sekolah!

Aku masih ingat ketika engkau mengotori putihku dengan makanan
Lalu aku mengejarmu, dan engkau lari bagaikan kilat
Oh aku masih ingat ketika engkau mengajakku melantukan syair indah
Syair indah mengalun ditenggorokan yang kenduh

Aku masih ingat putih merah tercampur dengan noda
Namun esoknya ibuku membersihkannya bagaikan anak tanpa dosa
Aku masih ingat putih menghepaskan debu berterbangan
Ketika sabun menyatu dengan air, demi membersihkan noda-noda hitam

Oh sayangku apakah engkau masih ingat?
Ketika guruh kita memberi tugas terakhir
Ya tugas yang mengharungkan, ketika putih merah akan melepas dibadan
Ya melepas dibadan, diganti oleh putih biru.

Sungguh cepat menurutku
Kita bersendau gurai dipohon ketapang
Dengan mungilnya engkau berkata
Aku akan lanjut disekolah yang lebih tinggi

Aku terteguh ketika engkau mengucapkan itu, dari bibirmu yang mungil
Ya bibir yang gincungpun malu menyapanya
Sungguh sangatlah cepat putih merah dingganti putih biru
Tapi inilah langkah demi meraih

Putih biru, putih abu-abu tak akan kita sampai
Bila putih merah tak akan pernah menyatu dibadan
Oh sungguhlah cepat waktu berlalu, meninggalkan kenangan-kenangan itu

Bila diriku sang Tuhan, akan kubalik waktu itu
Ya waktu putih merah masih menyatu dibadan
Engkau tersenyum dibibirmu yang memungil
Namun aku bukanlah Tuhan, tapi hanyalah seorang hamba
Tak mungkin kulakukan, bila waktu telah berselancar dari zaman ke zaman.
Hanya kenangan-kenangan SD menyatu dalam jiwa kita.

Baca Juga:  Stop! Jangan Baper Dulu, Kekasihmu Yang Kamu Cintai
Tasman Al Buton Kesibukan Sebagai Seorang Kepala Desa di Buton Selatan dan Pengajar disekolah, masih memantaskan diri untuk menulis. Ayo Teman-teman menulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *